Fasilitas pemrosesan gas di Blok Simenggaris, Kalimantan Utara, yang dioperasikan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris.

Jakarta, Petrominer – Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Simenggaris (JOB Simenggaris) mencatat sejarah baru dalam pengembangan lapangan gas marjinal di remote area. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini baru saja menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Kayan LNG Nusantara untuk memasok kebutuhan gas bagi kilang mini LNG.

General Manager JOB Simenggaris, Budi Prabowo, mengatakan bahwa PJBG ini bukanlah yang pertama. Namun kontrak kali ini memiliki sejumlah nilai strategis dalam bisnis energi dan sumber daya mineral di Indonesia, terutama dalam pengembangan lapangan gas di remote area.

“Ini juga bisa menjadi pionir bagi monetisasi gas di lapangan-lapangan gas di Indonesia yang berukuran marjinal dan terletak di remote area seperti Simenggaris,” ujar Budi usai menyaksikan penandatanganan PJBG secara virtual, Rabu (20/5).

Menurutnya, kesepakatan dengan Kayan LNG Nusantara merupakan PJBG ketiga bagi Blok Simenggaris. Berdasarkan kontrak terbaru ini, JOB Simenggaris akan memasok gas sebanyak 22 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai akhir tahun 2021 mendatang ke kilang mini LNG yang akan dibangun di Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

PJBG pertama adalah dengan PLN Kaltim, dengan volume 500 ribu kaki kubik gas per hari untuk memasok kebutuhan kelistrikan PLN di Kabupaten Tana Tidung. PJBG kedua adalah PJBG dengan PT PLN (Persero) dengan volume 8 MMSCFD, untuk kebutuhan kelistrikan di Kalimantan Utara dan sekitarnya.

“Dengan begitu, Blok Simenggaris akan menjual gas total volume 30 MMSCFD ke para pembelinya untuk kebutuhan domestik,” jelasnya.

Menurut Budi, PJBG ini juga menunjukkan bagaimana komitmen JOB Simenggaris untuk meningkatkan produksi migas tak pernah surut. KKKS ini terus berusaha keras mengembangkan dan memproduksi gas dari bumi Indonesia bagi kepentingan bangsa dan negara, meskipun pengembangan lapangannya sulit dan terletak di remote area.

Kehadiran kilang mini LNG di Simenggaris diharapkan menjadi pool atau hub bagi pengembangan lapangan-lapangan gas lainnya di Kalimantan Utara yang belum termonetisasi. Teknologi penyimpanan LNG di Simenggaris dalam LNG Isotank dan kemudian dikapalkan menggunakan barge bisa menjadi pionir bagi skema virtual pipeline distribusi gas di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gas/LNG dalam skala kecil di pulau-pulau terpencil di Indonesia.

JOB Simenggaris merupakan badan kerjasama operasi antara PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris dan PT Medco E&P Simenggaris. KKKS ini mengelola blok Simenggaris dalam jangka waktu selama 30 tahun yaitu hingga tahun 2028. Blok migas ini secara administratif mencakup dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk pasokan gas Kilang Mini LNG di Simenggaris dilakukan secara virtual, Rabu (20/5).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here