Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Jakarta, Petrominer – Munculnya para pelaku bisnis di bidang informasi teknologi dan penyedia jasa provider teknologi tidak akan menggerus ketersediaan tenaga kerja maupun sumber daya manusia (SDM) yang sudah ada. Bahkan, keberadaan para pengusaha pemula (startup) diprediksi tidak hanya mampu meng-create solusi teknologi namun juga akan menarik minat para investor global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustria, Gati Wibawaningsih, menyebutkan bahwa para startup bidang industri berskala IKM tersebut, sebagai digital transformer, justru mampu mendorong pemulihan ekonomi.

“Tentunya, ini nantnya akan juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak,” ujar Gati dalam diskusi “Tech Providers & Startup Indonesia” di Panggung Hannover Messe 2021 yang digelar secara virtual, Rabu (14/4).

Menurutnya, Indonesia memiliki cukup banyak pelaku industri yang bergerak di bidang informasi teknologi di antara negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan data yang dilansir dari Google dan Temasek, memperlihatkan di tahun 2020, ekonomi digital Indonesia bertumbuh 11 persen. Padahal, kondisi tersebut berlangsung di masa pandemi Covid-19.

“Dengan adanya Making Indonesia 4.0 lapangan kerja sebenarnya cukup tersedia. Tinggal sekarang bagaimana mengisi lapangan kerja tersebut. Jadi orang-orang yang inovatif, dan kreatiflah yang bisa ikut terlibat di dalamnya. Startup itu juga menyerap tenaga kerja, namun lebih banyak arahnya kepada digital talent,” ungkap Gati.

Dia memberi contoh startup bidang Augmented Reality (AR) dan Cloud Computing, di mana banyak menyerap para digital talented di bidang 3D modeller, programming art, dan digital. Bahkan, melalui big data analysis, ternyata menjadi satu wadah berkumpulnya para pekerja digital, yang saat ini paling banyak dibutuhkan.

“Itu sebabnya ke depan, Kementerian Perindustrian akan lebih intensif bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional guna lebih mempersiapkan SDM-nya,” tegas Gati.

Upaya Kemenperin menumbuhkan startup berbasis teknologi merupakan suatu strategi penerapan Making Indonesia 4.0. Dalam 10 Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0, salah satu targetnya adalah memberdayakan UMKM secara maksimal melalui program Startup4industry.

“Ini merupakan bagian dari Making Indonesia 4.0 untuk mendorong implementasi teknologi di industri dan masyarakat dengan solusi teknologi dari startup,” jelasnya.

Lewat program ini, Kemenperin membentuk ekosistem solusi teknologi Industri 4.0 dan menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan tech provider. Di dalam ekosistem tersebut, startup dan pelaku industri dapat saling berbagi sumber daya dan terhubung membentuk hub factory sharing.

Selain itu, Kemenperin juga terus melakukan sosialisasi dan webinar pemanfaatan teknologi untuk industri serta pendampingan bagi startup. Mulai dari segi pengembangan produk dan bisnis, akses pendanaan, hingga implementasi solusi.

Pada Hannover Messe 2021, dari total 63 startup asal Indonesia yang turut ambil bagian, 23 perusahaan di ataranya merupakan binaan Kemenperin melalui Startup4industry. Perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan bisa memperoleh pasar maupun memperluas jejaring melalui ajang pameran teknologi industri terbesar itu.

“Para startup ini telah siap untuk go global. Potensi startup dan provider Indonesia memang harus terus didorong, agar dunia industri yakin akan kemampuan mereka,” ujar Gati.

Dalam diskusi tersebut, juga hadir perusahaan tech provider PT Tata Sarana Mandiri serta startup Multi Areal Planning (MAPID) dan PT Mygrowtek Jaya Imajin (IMAJIN), yang merupakan peserta Hannover Messe 2021.

Tata Sarana Mandiri (TSM) merupakan perusahaan berbasis teknologi tinggi yang aktif melakukan riset utamanya pada perangkat telekomunikasi. Salah satu terobosannya adalah meluncurkan Smart QR EDC yang merupakan EDC dual screen pertama di dunia dan memenuhi persyaratan QRIS dari Bank Indonesia.

MAPID adalah salah satu finalis Startup4industry tahun 2018. Perusahaan ini memberikan layanan integrasi data serta redesain location data platform dan location intelligence analytics.

IMAJIN merupakan startup yang memberikan platform manufacturing hub. Melalui platform ini, siapapun dapat memilih pelaku industri lokal untuk bekerja sama memproduksi produknya. Dengan teknologi Industri 4.0, IMAJIN menghubungkan pelaku industri dari satu tier ke tier lainnya sehingga memudahkan IKM mendapatkan proyek secara online dan juga offline.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here