Jakarta, Petrominer — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan tingkat ketaatan perusahaan dalam Program Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) tahun 2016 meningkat. Tingkat ketaatan Proper tahun ini mencapai 85 %, naik 11 % dibandingkan tahun lalu yang mencapai 74 %.

Namun, partisipasi peserta dalam Proper 2016 turun dibandingkan tahun lalu. Pihak KLHK tidak memberi penjelasan lebih lanjut mengenai penurunan jumlah peserta ini.

“Jumlah peserta Proper 2016 mencapai 1930 perusahaan yang terdiri dari 111 jenis industry,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Karliansyah, Selasa (6/12).

Karliansyah menjelaskan, tingkat ketaatan Proper tahun ini mencapai 84,75%. Tingkat ketaatan itu diambil dari hasil penjumlahan peraih Proper Emas, Hijau dan Biru, dibagi jumlah peserta.

Tahun 2016 ini, peraih peringkat EMAS sebanyak 12 perusahaan, HIJAU 172 perusahaan, dan BIRU 1.422 perusahaan. Sedangkan peringkat MERAH diraih 284 perusahaan, HITAM 5 perusahaan, dan 35 perusahaan lainnya tidak diumumkan, yang terdiri dari 13 perusahaan dalam proses penegakan hukum dan 22 perusahaan tutup/tidak beroperasi.

Untuk peraih Peringkat Emas, 7 perusahaan dari sektor migas, 2 perusahaan panas bumi, 1 perusahaan farmasi, 1 perusahaan tambang, dan 1 perusahaan pembangkit listrik tenaga uap. Sedangkan 5 perusahaan berperingkat HITAM terdiri dari 1 perusahaan air minum dalam kemasan, 1 perusahaan makanan dan minuman, 1 perusahaan peleburan logam, 1 perusahaan pengolahan ikan, dan 1 perusahaan briket arang.

Menurut Karliansyah, Peringkat HITAM diberikan kepada perusahaan yang menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan, tidak memiliki izin lingkungan atau membuang limbah B3 langsung ke lingkungan. Selanjutnya, perusahaan berperingkat HITAM ini akan diserahkan penanganannya kepada Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inovasi

Karliansyah juga menjelaskan bahwa Proper telah mendorong perusahaan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Tahun ini, tercatat ada 260 inovasi yang berasal dari upaya efisiensi energi sebanyak 63 inovasi, efisiensi dan penurunan beban pencemaran air 16 inovasi, penurunan emisi 44 inovasi, 3R limbah B3 33 inovasi, 3R limbah padat non B3 27 inovasi, pemeliharaan keanekaragaman hayati 22 inovasi dan upaya pemberdayaan masyarakat 55 inovasi.

“Kami akan terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dan mematenkan hasil inovasi-inovasi tersebut sehingga industri yang berbasis pengetahuan dan kekayaan intelektual berkembang pesat di Indonesia,” paparnya.

Tidak hanya itu, Proper juga telah merubah tren pengelolaan program pemberdayaan masyarakat yang lebih berorientasi pada pemberdayaan. Ini menunjukkan keberhasilan pendekatan sistem yang digunakan dalam penilaian PROPER. Sistem based approach menuntut adanya tata kelola program yang baik mulai dari kebijakan, penganggaran, struktur organisasi, perencanaan, implementasi, evaluasi dan publikasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here