Pemeriksaan sample test Covid-19 di laboratorium rujukan PT Freeport Indonesia.

Jakarta, Petrominer – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di PT Freeport Indonesia (PTFI) dikalim tertinggi di Provinsi Papua. Itu terjadi karena penanganan yang serius, mulai dari pengadaan alat dan tenaga medis hingga dukungan kepada pasien.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di PTFI mencapai 60 persen. Dari total kumulatif 190 kasus positif, kesembuhannya mencapai 140 orang. Sementara 50 pasien lainnya masih dalam isolasi.

“Berkat langkah–langkah pencegahan dan mitigasi di seluruh area kerja yang PTFI lakukan bersama dengan Pemerintah Mimika melalui tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, dampak kesehatan virus Corona atas karyawan dan komunitas berhasil diminimalisir,” ungkap Tony, Minggu (21/6).

Menurutnya, kebanyakan yang sembuh adalah mereka yang tidak memiliki penyakit penyerta. PTFI berkomitmen untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan serta masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, total pasien positif Covid–19 di Kabupaten Mimika yang telah sembuh terus meningkat. Sampai Minggu (21/6), jumlah positif virus korona di Provinsi Papua mencapai 1.429 orang dan 336 kasus di antaranya di Kabupaten Mimika.

“Di Mimika, pasien yang telah sembuh dilaporkan mencapai 265 orang dari dari 336 kasus positif,” jelas Reynold.

Dari jumlah tersebut, tercatat pasien sembuh terbanyak berasal dari RS Tembagapura. Salah satu faktor yang mendukung tingkat kesembuhan ini yaitu perawatan medis yang baik, termasuk pemberian suplemen yang mendukung gizi pasien.

Mesin PCR test yang dimiliki PT Freeport Indonesia.

Laboratorium Rujukan

Sebelumnya, Manager External Communication Corpcom PTFI, Kerry Yarangga, mengatakan PTFI terus berupaya memitigasi penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan pelayanan medis perusahaan. Bahkan, pelayanan ini diperluas jangkauannya agar dapat mengidentifikasi kasus positif secara lebih cepat dan melakukan tracing untuk menahan laju penyebaran virus Corona tersebut.

Melalui dua alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test yang didatangkan baru–baru ini, PTFI bisa cepat mendeteksi dan mengisolasi pasien yang terinfeksi. Kemudian, memberikan perawatan medis yang diperlukan, dan mengambil langkah mitigasi yang tepat.

“PTFI juga membantu masyarakat dengan menggunakan mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (RT–PCR) dan laboratoriumnya untuk menganalisa sampel tes swab Covid–19 dari rumah sakit di Mimika dan kabupaten sekitar Mimika di Papua,” ujar Kerry.

Menurutnya, sejak 31 Mei 2020 lalu, laboratorium kesehatan PTFI di Kuala Kencana telah menerima setidaknya 370 sampel swab dari RSUD Mimika dan RS Mitra Masyarakat untuk dianalisa. Laboratorium Pemeriksaan Covid–19 PTFI ini pun telah mengantongi izin prinsip operasi

“Kami senang karena ini berarti kami dapat berkontribusi lebih besar terhadap masyarakat dengan membantu menganalisa sampel swab dari pasien terduga Covid–19 di sekitar Papua,” ungkapnya.

Sebelum Laboratorium Pemeriksaan PTFI beroperasi, analisa tes swab memakan waktu hingga satu minggu di Jayapura. Kini, hasil pemeriksaan dapat tersedia lebih cepat, dalam hitungan beberapa jam atau beberapa hari. Artinya, kasus positif virus Corona dapat dideteksi lebih cepat, memungkinkan tracing yang juga lebih cepat. Sehingga rantai penyebaran pun dapat lebih cepat diputus.

Laboratorium baru ini merupakan satu dari rangkaian upaya PTFI untuk memitigasi Covid–19 di seluruh area kerja. Selama beberapa bulan terakhir, PTFI telah mendatangkan 54 personel kesehatan tambahan. Termasuk di antaranya adalah lima dokter umum, dua dokter spesialis, tiga teknisi laboratorium, dua radiografer , dua apoteker, dan sejumlah tenaga non–medis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here