[kiri atas ke kanan bawah] Loh Chin Hua (CEO/KCL), Minister Tan See Leng (Minister for Manpower/Second Minister for Trade and Industry), Ngiam Shih Chun (Chief Executive/EMA), Cindy Lim (CEO/Keppel Infrastructure), Osamu Ono (CEO/Mitsubishi Power Asia Pacific), Koichi Watanabe (CEO/JEL) saat penandatanganan kontrak EPC untuk pengembangan Keppel Sakra Cogen Plant.

Singapura, Petrominer – Keppel Infrastructure Holdings Limited (Keppel Infrastructure), melalui Keppel Energy, telah mencapai keputusan investasi akhir (FID) untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (CCGT) mutakhir berkapasitas 600 megawatt (MW). Keppel Sakra Cogen Plant akan dibangun di sektor Sakra, Pulau Jurong, dan akan menjadi pembangkit listrik hydrogen-ready pertama di Singapura.

Pembangkit listrik ini dirancang untuk dioperasikan dengan bahan bakar yang memiliki kandungan hidrogen 30 persen dan memiliki kemampuan untuk beralih dijalankan sepenuhnya menggunakan hidrogen. Kontrak EPC (Engineering, Procurement, dan Construction) pembangunan pembangkit listrik ini telah diberikan kepada konsorsium yang terdiri dari Mitsubishi Power Asia Pacific dan Jurong Engineering.

“Keppel Sakra Cogen Plant berkapasitas 600 MW akan menjadi pembangkit listrik tenaga gas dan uap paling canggih dan efisien serta hydrogen-ready pertama di Singapura. Hal ini menempatkan Keppel Infrastructure di garda depan upaya dekarbonisasi sektor kelistrikan Singapura,” ujar CEO Keppel Infrastructure, Cindy Lim, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (12/9).

Setelah selesai dibangun, jelas Cindy, aset ini akan meningkatkan portofolio pembangkitan listrik Keppel dari yang saat ini berkapasitas 1.300 MW menjadi 1.900 MW. Peningkatan ini diyakini mampu meraih pangsa pasar yang lebih besar seiring terus naiknya permintaan akan energi yang andal sejalan dengan pembangunan ekonomi Singapura.

Sesuai dengan model bisnis Keppel yang mengurangi kepemilikan aset, Keppel Sakra Cogen Plant akan dimiliki oleh Keppel Sakra Cogen Pte. Ltd. (KSC), yang saat ini merupakan anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki penuh dari Keppel Infrastructure. Keppel Asia Infrastructure Fund LP (KAIF) dan Keppel Energy memiliki penyertaan ekuitas (equity interest) sebesar masing-masing 70 persen dan 30 persen. Selain itu, KSC dan Keppel Energy dijadwalkan untuk membuat kontrak turnkey untuk pengembangan Keppel Sakra Cogen Plant. Total investasi untuk Keppel Sakra Cogen Plant mencapai S$ 750 juta.

Lebih lanjut, dia menjelaskan Keppel Sakra Cogen Plant, yang awalnya dijalankan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama, juga dirancang untuk dioperasikan dengan bahan bakar yang memiliki kandungan hidrogen 30 persen dan memiliki kemampuan untuk beralih dijalankan sepenuhnya menggunakan hidrogen. Sebagai pembangkit listrik CCGT, pembangkit ini juga akan mampu menghasilkan uap untuk digunakan dalam proses industri bagi pelanggan energi dan kimia di Pulau Jurong.

Keppel Sakra Cogen Plant diharapkan akan selesai pada paruh pertama tahun 2026 dan akan menjadi pembangkit listrik paling canggih dan hemat energi di Singapura, serta memberikan kinerja unggul, seperti kadar emisi yang lebih rendah dan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi. CCGT canggih ini akan menjadi yang paling efisien di antara armada yang beroperasi di Singapura dan akan mampu mengurangi emisi CO2 hingga 220.000 ton per tahun dibandingkan dengan rata-rata efisiensi operasional Singapura untuk listrik setara yang dihasilkan. Pengurangan CO2 tersebut setara dengan menghilangkan sekitar 47.000 mobil dari jalanan per tahun.

Kontrak layanan jangka panjang (LTS) untuk pemeliharaan besar turbin juga telah diberikan kepada Mitsubishi Power Asia Pacific.

Selain kontrak EPC dan LTS, Keppel New Energy Pte Ltd, anak perusahaan yang dimiliki penuh dari Keppel Infrastructure, juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. untuk melakukan studi kelayakan terkait pembangunan pembangkit listrik 100 persen tenaga amonia di lokasi yang sudah dipilih di Singapura. Kolaborasi ini berupaya mengatasi trilema energi dan berkontribusi membangun sektor energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Singapura dan kawasan ini.

“FID untuk Pembangkit Listrik Keppel Sakra dan MOU untuk pembangkit listrik combined cycle 100 persen tenaga amonia selaras dengan Visi 2030 Keppel, yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi perusahaan,” ungkap Cindy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here