Jakarta, Petrominer – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BaLitbang ESDM) turut berkontribusi menciptakan peralatan alat sterilisasi tubuh untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pembuatan inovasi ini dilakukan berdasarkan arahan dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif.
Inovasi tersebut adalah Disinfektan Body Chamber atau Bilik Sterilisasi dan Antiseptik (BiSA), yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).
Kepala P3TKEBTKE, Chrisnawan Anditya, mengatakan BiSA digunakan sebagai alat sterilisasi pada tenaga medis yang menangani pasien terdiagnosa positif Covid-19, terutama di rumah sakit rujukan. Apalagi, dalam satu hari, rumah sakit tersebut melibatkan ratusan petugas medis, mulai dari dokter, perawat dan tim penunjang lainnya.
Chrisnawan menjelaskan, BiSA terdiri dari dua ruangan yaitu untuk antiseptik dan sterilisasi. Ruangan antiseptik menggunakan sistem penyemprotan (spraying) empat sisi yang masing-masing terdiri dari empat nozzle. Penyemprotan berlangsung 13 detik, dengan waktu tunggu 20 detik, waktu bilas 10 detik. Ruangan sterilisasi adalah ruangan pemanas (drying) dengan suhu 56 derajat C dengan waktu pengeringan selama 30 detik.
Larutan antiseptik yang digunakan adalah Sodium Hypoklorit NaOCL 0,1 persen. Kadar larutan ini masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan WHO (World Health Organization), yakni 0,5 persen. Hasil uji efektifitas menggunakan larutan Sodium hypoklorit NaOCL 0,1 persen lebih optimal, karena mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme antara 33 hingga 96 persen.
Pembuatan BiSA telah diujicobakan dan dikonsultasikan kepada tim supervisi Badan Litbang Kesehatan pada 26 Maret 2020. Tim supervisi dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Irmansyah dan terdiri para pakar dari lintas bidang klinik, yakni ahli mikrobiologi, farmasi, patologi klinik dan pengendalian penyakit.
Disumbangkan ke RS
Menurut Chrisnawan, pihaknya telah menyerahkan fasilitas penunjang medis tersebut ke beberapa rumah sakit rujukan Covid-19.
Serah terima BiSa kepada Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, dilakukan, Kamis (16/4). Chrisnawan menyerahkan langsung kepada Project Management Office (PMO) BUMN Rumat Sakit Darurat Wisma Atlet, Tonggo Marbun.
Sebelumnya, satu unit BiSA telah disumbangkan untuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Depok pada 14 April 2020 dan ditempatkan di Rumah Sakit Kedokteran Universitas Indonesia (RSUI). Dan satu unit lainnya disumbangkan kepada Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada 29 Maret 2020 lalu.








Tinggalkan Balasan