, ,

Kemenperin Bakal Penuhi Kebutuhan Chip untuk Domestik

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Salah satunya dengan mendorong Indonesia sebagai negara tujuan investasi untuk industri semikonduktor dan memperkuat struktur industri elektronika nasional.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, perang dagang Amerika Serikat dan China hingga terjadinya pandemi Covid-19 berdampak besar pada rantai pasokan chip. Akibatnya, pasokan pun terhambat untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti pada produk otomotif, barang elektronik, dan perangkat telekomunikasi.

“Padahal, Indonesia harus memikirkan cara-cara yang optimal untuk pengamanan industri nasional,” ujar Agus pada acara webinar internasional tentang Peluang Industri Indonesia terkait Isu Global Chip Shortage, Kamis (2/9).

Oleh karena itu, paparnya, strategi pembangunan industri semikonduktor perlu dilakukan dengan berbagai opsi. Sebab, selain membutuhkan waktu dengan investasi yang cukup besar, juga dibutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tinggi dan proses manufaktur dengan kualitas kontrol yang ketat.

“Tantangan itu memberi peluang baru bagi industri dan startup investor Indonesia untuk melakukan kontrak manufacturing chip yang sedang bertumbuh di berbagai negara, terutama Amerika Serikat, Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan dan sejumlah negara di Eropa,” jelas Menperin.

Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diyakini mampu memberi peluang kemudahan berbisnis, termasuk untuk pengembangan industri semikonduktor yang memproduksi chip di dalam negeri.

“Pembangunan industri chip harus didukung dengan upaya pengamanan pasokan chip di dalam negeri, selain menyiapkan bertumbuhnya industri chip di dalam negeri. Ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, untuk penguatan dan pendalaman industri manufaktur di dalam negeri, termasuk di sektor industri elektronika,” ungkapnya.

Substitusi impor

Saat ini, kebutuhan chip semikonduktor secara konsisten terus mengalami pertumbuhan dan digunakan secara masif pada beragam produk. Oleh karenanya, perlu didorong agar secara bertahap chip semikonduktor dapat diproduksi di dalam negeri, sejalan dengan target pemerintah melalui program substitusi impor.

“Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan dukungan pemerintah berupa kebijakan dan fasilitasi fiskal maupun non fiskal. Pemberian insentif dalam rangka penanaman modal merupakan salah satu upaya mendorong investasi industri semikonduktor di Indonesia,” tutur Agus.

Lebih lanjut, dia mengemukakan bahwa sebagai salah satu negara G20 dengan jumlah penduduk besar, menjadikan keberadaan industri semikonduktor di Indonesia sebagai hal yang strategis. Sebab, industri semikonduktor memiliki prospek sebagai penghasil devisa dan penciptaan lapangan kerja.

“Dalam peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 pada Februari lalu, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kedaulatan dan kemandirian menuju transformasi digital, dengan mendorong pemakaian produk-produk digital dalam negeri dan penguasaan teknologi digital mutakhir. Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia perlu menjamin ketersediaan dan kemandirian rantai pasok perangkat digital dan komponen chip semikonduktor,” jelas Agus.

Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam rantai nilai industri semikonduktor dunia melalui kerjasama dengan berbagai Mitra MultiNational Companies (MNCs) dan perusahaan startup di seluruh dunia. Pemerintah akan mendorong pertumbuhan industri hilir elektronika dan secara simultan berupaya mengundang investasi industri semikonduktor dunia, seperti industri Fabless, Foundry, IDM, dan OSAT, ke Indonesia.

Secara khusus, Indonesia ingin belajar dari keberhasilan Taiwan dalam membangun industri semikonduktor yang saat ini berkontribusi besar bagi ekonomi negaranya. Peran signifikan Industrial Technology Research Institute (ITRI) Taiwan bagi industri semikonduktor di negera tersebut ingin digunakan sebagai lesson learned dalam mengembangkan Engineering Center di bawah Kementerian Perindustrian.

Kerjasama ITRI dan Engineering Center Kemenperin akan membuka komunikasi bisnis yang intensif antara perusahaan-perusahan semikonduktor dan elektronika di Taiwan dengan perusahaan-perusahaan elektronik di Indonesia.

“Indonesia sangat terbuka dan menyambut masuknya investasi industri semikonduktor terkemuka seperti Intel, Samsung, TSMC, dan Quanta untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi, serta mendorong agar Pegatron dan Infineon semakin memperluas investasinya di Indonesia dan dapat men-supply produk-produknya langsung ke Indonesia,” tegas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *