Ilustrasi karyawan penyandang disabilitas dan_karyawan normal tengahbekerja.

Jakarta, Petrominer – Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan diskriminasi terhadap para karyawan yang berkebutuhan khusus (disabilitas), selama kompetensi pekerjaan di bidangnya sesuai dan berkinerja baik. Meskipun ada perhatian dan perlakuan khusus dari perusahaan, namun dalam keseharian tidak diperlihatkan, disampaikan maupun dijanjikan.

“Hal tersebut untuk memberikan kepercayaan diri para penyandang disabilitas bahwa mereka dapat berkontribusi yang sama dengan karyawan lainnya tanpa mendapatkan perlakuan khusus, kecuali fasilitas kerja yang disesuaikan, misalnya kursi kerja yang sesuai,” ujar Arief, Minggu malam (8/12).

Hingga saat ini, jelasnya, masih sedikit penyandang disabilitas yang mendaftar dan bekerja di PNM. Jumlahnya kurang dari 1 persen, yaitu kurang dari 20 orang, seperti harapan Pemerintah. Mereka semua berstatus karyawan dengan masa kerja bervariasi mulai dari 3 tahun sampai belasan tahun, dan hanya beberapa karyawan yang dalam masa percobaan (probation) selama tiga bulan, hasil rekrutmen baru.

“Berdasarkan catatan, mereka semua berkinerja cukup baik,” tegasnya.

Meski begitu, PNM selalu berusaha mencari dan merekrut calon karyawan penyandang disabilitas, baik dalam proses rekrutmen rutin maupun melalui Rekrutmen Bersama BUMN (dikoordinir oleh Kementerian BUMN). Rekrutmen ini untuk memenuhi harapan pemerintah untuk bisa memperbanyak kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

Biasanya, posisi mereka antara lain sebagai reviewer pembiayaan, keuangan dan administrasi pembiayaan, staf pengawasan & monitoring (supervisi) pembiayaan, dan supervisor pembiayaan di ujung tombak, yang memiliki keterbatasan mobilitas tetapi tetap bisa bekerja secara normal.

Koordinasi Baik

Sementara itu, seorang karyawan penyandang disabilitas, Willy Hendrawan, mengakui bahwa dalam menjalankan tugas sehari-harinya, dia selalu berkoordinasi dan bekerjasama dalam teamwork. Semua tugas itu dapat dilaluinya dengan lancar dan sangat baik.

Willy adalah calon karyawan PT PLN (Persero). Dalam sebulan terakhir, penyandang disabilitas ini sedang menjalani On the Job Training (OJT) dan ditempatkan di Talent Development, bidang Recruitment and Onboarding Development.

“Saya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP dengan sangat baik. Demikian pula dalam hal komunikasi, dilakukan seperti layaknya teman. Dengan demikian suasana kerja menjadi nyaman. Selain itu apa yang diajarkan dan diarahkan kepada saya, juga dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak,” jelasnya.

Sebagai BUMN, PLN memang telah berkomitmen untuk memperlakukan para karyawannya dengan baik, baik mereka yang berkebutuhan khusus maupun rekan kerja lainnya yang tidak membutuhkan perlakuan (kebutuhan khusus).

“Perusahaan memperlakukan semua karyawan sama, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, sehingga suasana yang terbangun nyaman dan menumbuhkan semangat kerja,” ujar Willy.

Terkait fakta di atas, dalam hal membantu proses rekrutmen pegawai berkebutuhan khusus, Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro, mengemukakan bahwa pihaknya tetap menerapkan prinsip seleksi biasa. Pasalnya, mereka mencari kandidat sesuai dengan job specification-nya.

“Dengan demikian kita bisa menerima saudara kita yang disabilitas, yang masih memenuhi kriteria. Artinya dia bisa mengerjakan tugas-tugas yang akan dibebankan kepadanya. Misalnya seorang tuna netra bisa menjadi operator telepon. Atau seorang tuna rungu bisa menjadi petugas sortir surat. Asalkan dia memenuhi persyaratan lainnya,” jelas Ronny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here