Pabrik pengolahan emas Toka Tindung milik Archi Indonesia di Minahasa, Sulawesi Utara.

Jakarta, Petrominer – Archi Indonesia (Archi) berencana menggandakan kapasitas pabrik pengelolahan di tambang emas Toka Tindung di Minahasa, Sulawesi Utara. Peningkatan ini dilakukan untuk mengimbangi gencarnya kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru.

Wakil Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, menyatakan pihaknya akan meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih emas menjadi 8 juta ton per tahun pada tahun 2025 mendatang. Sampai akhir tahun 2020, kapasitas pabrik pengolahan mencapai 3,6 juta ton pertahun.

“Peningkatan kapasitas yang direncanakan ini akan memungkinkan Archi mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons (setara dengan lebih dari 14 ton) emas per tahun. Ini dilakuukan dalam rangka menyelaraskan rencana mendorong ativitas eksplorasi tambang dan meningkatkan prospek bisnis,” ujar Rudy, Senin (21/6).

Dia menjelaskan, tambang emas Toka Tindung yang terletak di Sulawesi Utara dan dikelola anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), telah berhasil mencatatkan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak memulai produksi emas pertama kali tahun 2011 lalu. Malahan sejak tahun 2016, tambang ini berhasil memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6.2 ton) emas per tahunnya, serta mencatatkan rekor produksi tertinggi yang mencapai 270 kilo ons (setara dengan 8,4 ton) emas.

Pada akhir Desember 2020, tambang emas Toka Tindung Archi memiliki cadangan bijih emas (bersertifikasi JORC) sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton). Padahal, perusahaan itu baru melakukan eksplorasi dan penambangan sekitar 10 persen dari area konsesi yang memiliki total luas 40.000 hektar.

“Dengan memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan tersebut, Archi berencana untuk mendorong kegiatan eksplorasi tambang dengan menargetkan area proyek Near-mine, Western Corridor dan Greenfields,” ungkap Rudy.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Energy and Mineral Technology International (ENMITECH) dan telah diverifikasi oleh konsultan industri independen, SRK Consulting Group (SRK), eksplorasi pada serangkaian proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan cadangan bijih emas baru sebanyak 5,3 – 13,0 juta ons.

Dalam rangka menyelaraskan rencana mendorong ativitas eksplorasi tambang dan meningkatkan prospek bisnis, saat ini Archi tengah menjalani proses untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang telah secara resmi diumumkan dalam Paparan Publik (Public Expose) beberapa minggu lalu.

Dengan pengajuan pernyataan terakhir kepada Otoritas Keuangan Indonesia (OJK) yang telah berjalan dengan baik dan Pernyataan Efektif OJK telah didapatkan pada Jum’at (18/6), Archi menargetkan akan tercatat sebagai perusahaan terbuka pada tanggal 28 Juni 2021 dengan kode emiten ARCI dan harga awal saham sebesar Rp 750 per lembar.

“Melalui IPO ini, Archi akan melepas sebanyak-banyaknya 3.725.250.000 lembar saham biasa, mewakili sebanyak-banyaknya 15,00 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham,” jelas Rudy.

Selain untuk pembayaran pokok pinjaman, Archi berencana menyalurkan dana hasil IPO untuk peningkatan operasional dan modal kerja umum. Sedangkan belanja modal untuk ekspansi bisnis dan operasional akan dibiayai dari kas internal perusahaan.

“Archi memiliki prospek potensi pertumbuhan yang sangat baik. Dengan mencatatkan saham di BEI, Archi berkeinginan untuk mengakselerasi rencana pertumbuhan bisnis serta lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan memanfaatkan pengawasan secara langsung dari OJK dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum,” paparnya.

Manajemen Archi memiliki komitmen besar terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) serta Tata Kelola Lingkungan, Sosial dan Perusahaan (Environment, Social and Governance/ESG). Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam fondasi manajemen dan bisnis Archi dalam menciptakan nilai kepada pemegang saham khususnya dalam IPO mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here