Melalui PLN Peduli, PLN melaunching “Kampung Listrik PLN Green” di dua lokasi di Kota Tangerang dan Jakarta Timur, Jum'at (4/9).

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus mempelopori penggunaan kompor induksi di masyarakat. Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, yang diperingati setiap tanggal 4 September, PLN melaunching “Kampung Listrik PLN Green” di Kota Tangerang dan Jakarta Timur.

Melalui program PLN Peduli, PLN berupaya mendongkrak pemakaian energi bersih dengan program kampung hijau di Kampung Hijau Kemuning, Keluarahan Binong, Kota Tangerang dan Kampung RW 05 di Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur.

Di kedua kampung hijau tersebut, PLN memberikan 232 kompor induksi dan melakukan edukasi penggunaan kompor induksi bagi warga. Kampung tersebut diharapkan menjadi contoh kampung yang menggunakan kompor induksi secara penuh dalam aktifitas memasak yang dilakukan warganya.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen untuk mendorong penggunaan kompor induksi di masyarakat.

“Ini merupakan komitmen PLN memasyarakatkan electrifying lifestyle dan meningkatkan konsumsi listrik nasional,” ucap Zulkifli usai melaunching Kampung Listrik PLN Green secara daring, Jum’at (4/9).

Menurutnya, konversi dari kompor gas ke kompor induksi akan meningkatkan konsumsi energi listrik dan energi bersih. Pada tahun 2019, penggunaan listrik per kapita baru mencapai 1.084 kilo Watt hour (kWh) per kapita, PLN menargetkan konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.142 kWh.

Selain untuk mendorong energi bersih, konversi dari kompor gas ke kompor induksi juga akan menghemat anggaran subsidi LPG yang telah dianggarkan sebesar Rp 50,6 triliun pada APBN 2020. Selain itu, konversi ini juga akan meningkatkan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal.

Aman dan Nyaman

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Batu Ampar, Harjati W. S. sebagai perwakilan warga menilai bahwa menggunakan kompor induksi lebih nyaman dan aman.

“Semula kami kira kompor listrik barang yang menakutkan, tapi ternyata kompor ini sangat canggih, masaknya cepat, serta sejalan dengan visi hijau ramah lingkungan kampung kami,” ucap Harjati.

Hal senada juga disampaikan oleh Suyadi, perwakilan warga Kampung Hijau Kemuning. Dia menilai penggunaan kompor induksi lebih fleksibel, bersih dan ramah lingkungan.

“Di tempat kami ada beberapa UMKM juga yang menggunakan kompor induksi, ternyata lebih efisien dan membuat mereka lebih produktif. Untuk yang 1600 Watt, dalam 1 jam cuma habis 1 kwh, biayanya cuma Rp 1.467. Cukup murah,” ungkap Suyadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here