Peresmian tajak perdana sumur eksplorasi NK-1X di Desa Mamahak Besar, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (17/9).

Balikpapan, Petrominer – PT Kalisat Energi Nusantara (KEN) mulai melaksanakan tajak sumur eksplorasi pertama di Wilayah Kerja Long Hubung Long Bagun, Kalimantan Timur. Peresmian tajak sumur NK-1X, yang berlokasi di Desa Mamahak Besar, Mahakam Ulu, dilakukan secara daring, Kamis (17/9).

Selain di lokasi sumur dengan protokol kesehatan, kegiatan peresmian juga digelar di beberapa titik, yakni Kantor SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi di Balikpapan, dan Kantor KEN di Jakarta.

Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee Arizon Suardin, mengatakan pengeboran sumur NK-1X untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon di Struktur Mamahak pada Formasi Intra dan Upper Kiham Haloq. Program pengeboran ini ditargetkan sampai kedalaman akhir sekitar 1.700 meter dan memakan waktu pekerjaan selama 47 hari.

“Kegiatan tajak Sumur NK-1X merupakan implementasi dari strategi keempat SKK Migas yakni Eksplorasi untuk Penemuan Besar atau Road to Giant Discoveries. Tentunya penemuan cadangan minyak dan gas bumi perlu dibuktikan melalui pengeboran sumur eksplorasi,” ujar Jaffee.

SKK Migas berharap agar pengeboran ini dapat memberikan hasil yang positif sehingga mampu mewujudkan visi produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di tahun 2030.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SKK Migas dan khususnya kepada KEN selaku KKKS nasional di mana ditengah kondisi sulit seperti ini mampu merealisasi komitmen kerjanya secara tepat waktu,” ungkapnya

Proyek eksplorasi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini bernilai investasi sebesar US$ 6,1 juta. Ini menunjukkan bahwa gairah investasi di hulu migas masih tinggi di tengah menurunnya tren investasi secara umum di Indonesia.

“Kita semua patut berbangga atas kontribusi yang dapat diberikan kepada negara,” tegas Jaffee.

Sementara itu, General Manager KEN, Sunarno Aloy, menyatakan pihaknya dalam pelaksanaan pekerjaan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Apalagi, lokasi sumur berada di daerah pedalaman (remote area).

“Mengingat lokasi sumur eksplorasi berada di remote area, maka kami harus memastikan unsur kesehatan para pekerja di lapangan dalam keadaan aman,” ujar Sunarno.

Dia menjelaskan bahwa upaya menyiapkan lokasi sumur NK-1X terbilang cukup menantang. Antara lain penyelesaian pembuatan jetty, pembuatan jalan ke lokasi yang panjangnya sekitar 6 kilometer melalui jalan sawit dan hutan belukar, serta mobilisasi material dan alat pemboran yang cukup rumit karena harus menyusuri Sungai Mahakam sepanjang 350 kilometer ke arah hulu.

“Pada akhirnya keberhasilan tajak sumur yang dilakukan oleh KEN sebagai perusahaan nasional dengan lokasi yang sulit dan ditengah pandemi sangat membanggakan kami,” ungkap Sunarno.

Dia berharap pengeboran ini dapat berhasil menemukan migas yang bernilai komersial. Tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi negara di masa depan, namun juga menjadi sebuah legacy bagi masyarakat sekitar dan juga masyarakat Indonesia secara umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here