Tuntong laut (batagur borneoensis) adalah salah satu dari 331 spesies kura-kura air tawar dan darat dalam status "critically endangered".

Kuala Simpang, Petrominer – Sejumlah orang tampak sedang melakukan patroli di pantai. Lampu senter pun diarahkan kesana kemari untuk mencari sesuatu di antara gundukan pasir. Sesekali, mereka berhenti untuk mengambil dan mengumpulkan sesuatu dari bawah pasir.

Patroli tersebut, yang dilakukan di sepanjang pesisir Pantai Ujung Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, bukan untuk mencari barang hilang. Mereka sedang melakukan patroli penyelamatan telur Tuntong (batagur borneoensis).

Kegiatan penyelamatan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field Bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta lembaga pemerhati lingkungan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) dan Kelompok sadar wisata. Keterlibatan Pertamina EP ini sesuai dengan komitmen anak usaha PT Pertamina (Persero) itu dalam peningkatan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Menurut Field Manager Rantau Field, Totok Parafinto, yang juga ikut serta patroli penyelamatan, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya terlebih saat musim telur tiba, yakni tepatnya di awal dan akhir tahun.

“Patroli ini dimaksudkan untuk menyelamatkan telur Tuntong dari predator alami, babi hutan, dan manusia penjarah telur untuk dijual atau dikonsumsi,” ujar Totok, Sabtu (13/2).

Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan angka harapan hidup Tuntong sebagai satwa langka yang dilindungi. Pada kegiatan kali ini berhasil diselamatkan sekitar 411 butir telur dari hasil patroli Pertamina EP Rantau Field bersama stakeholder. Semua telur tersebut saat ini sudah ditangkarkan di Rumah Informasi Tutong (RIT) Kampung Pusong Kapal.

“Sekitar 411 butir telur berhasil diselamatkan dalam kurun selama Januari. Telur-telur tersebut kemudian kita tangkarkan di RIT untuk ditetaskan secara alami. Setelah menetas, baru kita lakukan pendataan yang kemudian kita lepas liarkan kembali saat umurnya sudah cukup,” ungkap Totok.

Berdasarkan data International Union for Conservation Nature (IUCN), Tuntong laut adalah salah satu dari 331 spesies kura-kura air tawar dan darat dalam status “critically endangered“. Hewan ini juga terdaftar dalam Appendiks II “plus zero for wild specimen to trade” dalam Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (CITES).

Menurut Totok, Pertamina group sangat mengedepankan aspek pelestarian dan lindungan lingkungan dalam menjalankan operasional migas hulu ke hilir. Sejak tahun 2013, YSLI didukung BKSDA setempat dan Pertamina EP Asset 1 Rantau Field melakukan upaya pelestarian Tuntong laut secara in-situ hingga ditangkarkan secara ex-situ untuk pelestarian Tutong Laut.

Kegiatan konservasi Tuntong Laut tak terbatas pada patroli pengamanan dan penetasan telur, namun juga pembesaran dan pelepasan Tukik, sosialisasi pelestarian satwa liar, serta pemantauan populasi dan penelitian genetika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here