Larantuka, Petrominer – Program One Man One Hope (OMOH) Pegawai PT PLN (Persero) kembali memberikan bantuan pasang baru listrik. Kali ini, direalisasikan oleh PLN Unit Layanan Pelanggan Larantuka untuk 153 Kepala Keluarga (KK) di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan dan penyalaan bantuan listrik gratis dilakukan oleh Bupati Flores Timur, Antonius G. Hadjon, di Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Senin (23/12). Ini bisa dikatakan sebagai kado Natal dari PLN bagi 153 KK tersebut.
Dana program OMOH merupakan hasil donasi pegawai PLN untuk memberikan harapan kepada warga yang masuk dalam kategori bisa dibantu biaya penyambungan listrik dengan daya 450 VA. Donasi yang terkumpul dalam rekening OMOH PLN Wilayah NTT hingga Desember 2019 sebesar Rp 114.750.000.
Dana yang terkumpul tersebut menjelang perayaan Natal tahun 2019 disalurkan untuk pemasangan listrik gratis bagi 153 KK bagi warga tidak mampu, yang tersebar di Kabupaten Flores Timur, Kota Larantuka khususnya.
Dalam Sambutannya, Antonius menyampaikan terimakasih kepada PLN atas bantuan melalui program OMOH dan Corporate Social Reponsibility (CSR) sehingga banyak masyarakat Flores Timur bisa menikmati listrik dengan baik.
“Harapannya, semoga tahun 2020 PLN dapat melistriki semua desa, dusun dan seluruh masyarakat di Kabupaten Flores Timur,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Larantuka, Anak Agung Ngurah Maha Adisurya, menyampaikan bahwa program CSR dan OMOH PLN untuk listrik gratis bagi masyarakat Larantuka hingga Desember 2019 ini telah mencapai 364 KK. Mereka tersebar di beberapa kecamatan yaitu, Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Tanjung Bunga dan Ile Bura.
Kebahagian pun dirasakan oleh salah satu penerima bantuan, Petrus Koli Wato, warga Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena. Dia menyatakan sangat bahagia dan senang mendapat bantuan listrik gratis dari PLN.
“Terima kasih kepada PLN, karena kami telah mendapatkan bantuan listrik gratis pada tahun ini. Kami juga bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena pada tahun kemarin kami menggunakan lampu pelita, dan pada tahun ini, kami sudah bisa terang menggunakan lampu listrik,” ungkap Petrus. 









Tinggalkan Balasan