Peyalaan perdana desa berlistrik di Provinsi Riau.

Jakarta, Petrominer – Hari Raya Idul Fitri 1441 H terasa berbeda bagi warga tujuh desa di Provinsi Riau. Kini, lampu-lampu penerangan menemani warga melewati malam lebaran setelah PT PLN (Persero) menyambungkan listrik ke wilayah mereka.

Ketujuh desa tersebut adalah Desa Batu Sasak di Kabupaten Kampar, Desa Teluk Merbau, Terusan Kempas, Hibrida Jaya, Hibrida Mulia dan Tanjung Simpang di Kabupaten Indragiri Hilir serta Desa Pulau Topang di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Ini menjadi kado Idul Fitri dari PLN untuk masyarakat Riau. Masyarakat dapat merayakan lebaran dengan nyalanya listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Daru Tri Tjahjono, Selasa (26/5).

Untuk melistriki ketujuh desa tersebut, menurut Daru, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) lebih dari 53,35 kilometer sirkit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) lebih dari 52,02 kms dan 24 Unit Gardu Distribusi (Trafo) dengan jumlah Daya 1.525 kiloVolt Ampere.

Membangun infrastruktur kelistrikan ke daerah-daerah terpencil memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait akses jalan untuk mencapai ke lokasi. Ini bukan pekerjaan mudah karena kondisi geografis setempat.

“Sesungguhnya melistriki ke pelosok negeri itu merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kendala geografis yang paling berpengaruh, harus menyeberangi lautan, menelusuri sungai-sungai, melewati jalan yang tidak setapak. Tidak jarang, tiang, kabel dan material listrik lainnya digotong, diangkat, dibawa sendiri oleh Petugas PLN tanpa menggunakan mesin dalam melewati medan yang sulit,” ungkap Daru.

Aparat Desa Batu Sasak dan Tanjung Simpang, yang desanya baru saja teraliri listrik, menyampaikan banyak manfaat yang diperoleh setelah PLN mengaliri listrik ke desa mereka.

“Saat ini, di desa kami sudah terang 24 jam, malam pun anak-anak dapat belajar dan kami bisa punya kulkas untuk membuat batu es untuk dijual,” kata Mardi (45), Sekretaris Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar.

Warga pun mengakui lebih hemat memakai listrik dari PLN dibandingkan sebelumnya menggunakan genset.

“Sebelum memakai PLN, kami menghabiskan uang Rp 300 sampai 400 ribu per bulan hanya untuk beberapa jam saja. Namun, saat ini kami hanya membayar Rp 120-an ribu sudah dapat menikmati listrik selama 24 jam,” ungkap Edi Indra (54), Kepala Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

Dusun Punik Sumbawa

Tidak hanya warga tujuh desa di Riau, 67 kepala keluarga warga Dusun Punik, Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa juga merayakan lebaran dengan suasana berbeda setelah PLN menyambungkan listrik ke dusun tersebut.

“Lebaran tahun ini akan menjadikan kenangan yang akan diingat oleh masyarakat dan akan menjadi sejarah bagi Dusun Punik karena akhirnya merdeka dari kegelapan,” ujar Kepala Dusun Punik, Isnaini dengan Bahagia.

Untuk melistriki Dusun Punik, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 9,2 kms, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 1,097 kms, dan satu buah gardu kapasitas 160 kVA. Pembangunan dimulai sejak bulan Mei 2019. Akses jalan yang rusak, ditambah medan jalan berupa tanjakan dan turunan yang curam menjadikan tantangan tersendiri untuk melistriki dusun yang masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian dari hasil perkebunan, khususnya kopi dan kemiri.

“Akses menjadi tantangan, sehingga kita perlu berhati-hati. Medan menuju Dusun Punik itu sangat sulit, ada tanjakan yang sangat curam, kemiringan mencapai 40 derajat dan melewati hutan. Kalau angkut tiang pakai truk harus sangat berhati-hati. Tapi Alhamdulillah, sebelum Idulfitri sudah selesai sehingga masyarakat bisa merayakan lebaran dengan listrik PLN,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Rudi berharap, dengan masuknya listrik ke Dusun Punik tidak hanya memberikan penerangan tetapi juga dapat menggerakan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya listrik, usaha pengolahan kemiri masyarakat dapat berkembang, atau mungkin muncul usaha-usaha baru,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here