
Bogor, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan langsung ke lokasi sumur bor air tanah di Pondok Pesanteren (Ponpes) Nurul Iman, Desa Warujaya, Bogor, Jawa Barat, Jum’at (14/12). Dalam kesempatan itu, diresmikan pemanfaatan 8 dari 40 sumur bor air tanah di Kabapaten Bogor yang dibangun dalam tiga tahun terakhir.
Sumur bor di Pesantren Nurul Iman ini dapat melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar, dengan kapasitas layanan 1.440 jiwa. Para santri yang menetap atau tinggal di pesanteren tersebut kini bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan sehari-hari.
Sebelum adanya sumur bor air tanah, para santri umumnya terkendala dalam mendapatkan air untuk kegiatan pondok pesantren. Akibatnya, pemanfaatan waktu menjadi tidak produktif dan kegiatan pondok pesantren setempat menjadi terhambat.
Menurut Jonan, sudah ada 30 titik sumur bor yang dibangun di Kabupaten Bogor tahun 2018. Total, Kementerian ESDM sudah membangun 40 sumur bor dalam tiga tahun terakhir. Ini untuk melayani 80.000 jiwa.
Lebih dari 2.290 sumur bor air tanah telah dibangun di seluruh Indonesia sejak tahun 2005. Pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM. Sumur-sumur tersebut diharapkan mampu melayani sekitar 6,59 juta jiwa.
“Pemanfaatan APBN harus dirasakan langsung oleh masyarakat terutama menengah ke bawah. APBN adalah uang rakyat, jadi kembali ke rakyat. Sumur bor air tanah untuk daerah sulit air merupakan bagian dari pelayanan berkeadilan sosial,” ungkapnya.
Lihat juga: 53 Sumur Bor Air Tanah untuk Jawa Timur
Dibangun di daerah sulit air, sumur-sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 125 meter dengan rata-rata debit air 1 hingga 2,4 liter per detik. Sumur bor tersebut dapat melayani hingga lebih dari 2.000 jiwa per sumur.
Kelengkapan sumur bor yang dibangun diantaranya berupa konstruksi sumur dan pompa selam beserta rumah pompa; mesin generator beserta rumah genset; dan bk penampung yang dilengkapi dengan krannya. Aset sumur bor beserta kelengkapannya tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Kementerian ESDM ke Pemerintah Kabupaten guna dimanfaatkan dan dikelola bersama masyarakat setempat.
Untuk tahun 2019 mendatang, Kementerian ESDM akan tetap melanjutkan pembangunan sumur bor di 750 lokasi di seluruh Indonesia. Diantaranya, 35 lokasi di Kabupaten Bogor.


























