Denpasar, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignaisus Jonan, menjamin pasokan listrik dan BBM aman di Bali selama liburan nasional Idul Fitri 2017. Apalagi, Bali merupakan salah satu daerah tujuan pariwisata, di mana saat liburan panjang seperti saat ini diperkirakan akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.
Hal itu disampaikan Jonan ketika melakukan kunjungan ke Gardu lnduk (GI) di Desa Kapal, Badung, Bali, Sabtu (24/6). Kunjungan itu dilakukan untuk memantau langsung kesiapan PT PLN (Persero) dalam memasok dan menyediakan tenaga listrik di Bali. Kunjungan dilanjutkan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Manggis di Karang Asem, Bali, untuk melihat kesiapan PT Pertamina (Persero) dalam penyediaan BBM di Bali.
Kebutuhan listrik di Pulau Bali sebagai tujuan wisata diprediksi akan melonjak pada libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017. Sistem kelistrikan di Bali telah terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan Jawa melalui transmisi kabel laut 150 kV dan dikenal dengan sebutan sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Menurut Jonan, saat ini daya mampu pembangkit listrik di sistem kelistrikan Bali adalah sebesar 1.284,4 MW, yang berasal dari pasokan listrik kabel laut 340 MW, PLTU 380 MW (IPP), PLTG 182,4 MW dan PLTD 382 MW. Dengan beban puncak tertinggi sebesar 899 MW (beban puncak malam hari), maka sistem kelistrikan Bali masih memiliki cadangan operasi yang cukup sebesar 385,4 MW atau kondisi kelistrikannya dalam status “Normal”.
“Ketersediaan listrik di Bali mencapai 1.300 MW, sedangkan kebutuhan listrik pada musim liburan Hari Raya Idul Fitri sekitar 900 MW. Masih ada cadangan 400 MW. Jadi, listrik di Bali aman,” kata Jonan.

Dalam kesempatan itu, dia minta PLN untuk memberikan perhatian pada sistem kelistrikan Bali sehingga tidak terjadi defisit. Selama libur lebaran ini, PLN diharap tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik pada H-15 s/d H+15 kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan.
PLN juga diminta untuk meningkatkan koordinasi operasi antara Unit Pembangkit, Penyaluran dan Distribusi untuk mengoptimalkan kesiagaan dan kesiapan instalasinya, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gangguan pelayanan.
Untuk meningkatkan kesiagaan, serta menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik, semua unit PLN telah menyiapkan pedoman operasi khusus lebaran 2017
Pasokan BBM
Sementara untuk memantau kesiapan pasokan BBM, Menteri ESDM melihat langsung kesiapan PT Pertamina (Persero) di Terminal BBM Manggis. Di Bali, Pertamina mengoperasikan dua terminal BBM, Terminal BBM Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.
Adapun untuk lembaga penyalur BBM Pertamina di Bali terdapat 187 SPBU, 3 APMS, 6 SPDN, 12 SPBE/SPPEK, 71 Agen LPG PSO, dan 22 Agen LPG Non PSO.

Perkiraan kenaikan konsumsi BBM di Provinsi Bali adalah sebagai berikut: Kab. Buleleng konsumsi Premium dan Solar masing-masing naik 10%, Kabupaten Jembrana konsumsi Premium naik 17%, Kab. Bangli konsumsi Solar naik 16%, Kabupaten Karangasem konsumsi Premium naik 7% dan Kabupaten Klungkung konsumsi Solar naik 12%.
Jalur Denpasar-Jembrana (Gilimanuk) yang merupakan jalur utama Jawa-Bali. Sebagai antisipasi pada jalur tersebut, Pertamina telah menyiapkan 35 SPBU, 31 outlet Pertamax, 28 outlet Pertalite, 4 outlet Pertamina DEX dan 8 outlet Dexlite.
Sementara untuk jalur Denpasar-Karangasem (Padangbai), telah disiapkan 9 SPBU, 9 outlet Pertamax dan 9 outlet Pertalite.
Tidak hanya jalur utama, Pertamina juga telah siaga di jalur alternatif yaitu Denpasar-Buleleng -Jembrana (Gilimanuk). Disiapkan 23 SPBU, 23 outlet Pertamax, 20 outlet Pertalite, 3 outlet Pertamina DEX, dan 2 outlet Dexlite.








Tinggalkan Balasan