Cilegon, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menghimbau badan usaha BBM untuk meningkatkan pelayanan dan selalu memonitor situasi terutama pada saat puncak mudik. Pasalnya, bakal terjadi peningkatan permintaan BBM seiring kenaikan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Dalam menghadapi puncak mudik ini memang harus mewaspadai peningkatan-peningkatan. Selalu meningkatkan pelayanan, jangan lengah dalam memonitor situasi-situasi pada saat puncak mudik yang akan terjadi, sehingga semuanya bisa diantisipasi,” ungkap Arifin usai berkunjung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) Merak, SPBU 34. 424.09 Kota Cilegon, dan Fuel Terminal Tanjung Gerem, Selasa (18/4).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri ESDM didampingi Kepala BPH BPH Migas, Erika Retnowati, dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat berjalan baik meski ada peningkatan kebutuhan BBM di bulan Ramadan ini.
Mengenai keamanan stok jenis-jenis BBM yang tersedia pada saat peninjauan, Arifin mengatakan Pemerintah beserta badan usaha terus berupaya menjaga ketahanan stok BBM berada dalam status aman. Bergerak cepat mengantisipasi, agar tidak menunggu sampai terjadi kelangkaan.
“Kita melihat angka-angkanya masih ada yang harus dipenuhi. Jadi perhatian untuk manajemen di Pertamina untuk bisa segera menyediakan stok sehingga aman. Tidak perlu nanti ada emergency, karena emergency-kan susah, traffic-nya lagi padat, mengangkutnya pakai apa jadi dari awal harus sudah diantisipasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erika menyampaikan bahwa penyediaan dan pendistribusian energi, khususnya BBM, terpantau normal.
Selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2023, ketahanan stok BBM dan LPG nasional selama 15-66 hari sehingga stok nasional dalam kondisi aman. Stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman dan Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastrukturnya yang meliputi 114 Terminal BBM, 23 Terminal LPG, lebih dari 7.400 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 667 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), 4.972 Agen LPG, dan 68 Depot Pengisian Pesawat udara (DPPU).









Tinggalkan Balasan