Jakarta, Petrominer – Pemerintah telah menetapkan harga jual gas pada pada jaringan gas (jargas) di tujuh kota/kabupaten. Harga gas yang berlaku untuk konsumen Rumah Tangga-1 (RT-1) dan Pelanggan Kecil-1 (PK-1) itu dipastikan lebih murah dibandingkan harga LPG 3 kg.

“Harga jual gas yang baru ini sangat terjangkau. Bahkan lebih murah dibandingkan jika membeli tabung LPG 3 kg,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Jum’at (8/3).

Menurut Agung, harga jual gas konsumen rumah tangga pada jaringan pipa distribusi untuk RT-1 dan PK-1 dipatok maksimal Rp 4.250 per meter kubik. Harga ini berlaku untuk tujuh wilayah. Sementara untuk wilayah lainnya akan ditetapkan menyusul.

Ketujuh wilayah jargas tersebut adalah:

  1. Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (4.260 SR)
  2. Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (5.182 SR)
  3. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (5.560 SR)
  4. Kabupaten Serang, Banten (5.043 SR)
  5. Kabupaten Aceh Utara, Aceh (3.928 SR)
  6. Kota Lhokseumawe, Aceh (5.997 SR)
  7. Kota Medan, Sumatera Utara (25.390 SR)

Jika dibandingkan, harga jual gas untuk wilayah tersebut di atas lebih murah ketimbang harga pasar gas LPG 3 kg yang berkisar Rp 5.013 hingga Rp 6.266 per meter kubik. “Ini akan bisa menciptakan keseimbangan antara Badan Usaha yang wajar, kemampuan daya beli masyarakat serta usaha kecil,” jelas Agung.

Selain itu, Pemerintah juga telah menetapkan harga jual gas untuk golongan RT-2 dan PK-2 sebesar Rp 6.250. Harga ini pun lebih murah dibandingkan harga gas LPG 12 kg, yang sekitar Rp 9.085 – Rp 11.278.

Penetapan harga jual gas pada jargas untuk RT dan PK ditentukan melalui mekanisme Rapat Komite, survei daya beli masyarakat, public hearing, dan Sidang Komite BPH Migas. Penetapan itu sesuai dengan Peraturan BPH Migas No. 22/P/BPH Migas/VII/2011. Selanjutnya, evaluasi harga akan dilakukan secara berkala, paling lama 2 tahun sekali.

Kategori konsumen Rumah Tangga 1 (RT-1) meliputi rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana dan sejenisnya. Sedangkan Pelanggan Kecil 1 (PK-1) meliputi rumah sakit Pemerintah, puskesmas, panti asuhan, tempat ibadah, lembaga pendidikan Pemerintah, lembaga keagamaan, kantor Pemerintah, lembaga sosial dan sejenisnya.

kategori RT-2 meliputi rumah menengah ke atas, rumah mewah, apartemen dan sejenisnya. Untuk PK-2 terdiri hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit, swasta, perkantoran swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan/ruko/rukan/pasar/mall/swalayan dan kegiatan komersial sejenisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here