Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, melihat langsung fasilitas sambungan rumah usai meresmikan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (6/3).

Deli Serdang, Petrominer – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar kembali menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur fisik untuk rakyat dari APBN (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara). Salah satunya adalah melalui program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas).

“Program APBN Kementerian ESDM, lebih dari 50 peren digunakan untuk belanja fisik. Belanja non fisik kita kurangi, dialihkan ke belanja fisik seperti jaringan gas,” kata Arcandra ketika meresmikan 5.560 Sambungan Rumah (SR) jargas di Kecamatan Tanjung Korawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (6/3).

Proyek jargas yang diresmikan tersebut telah rampung 100 persen secara fisik dan telah beroperasi mengalirkan gas ke rumah-rumah warga. Ini merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk memperkuat infrastruktur energi untuk rakyat, selain juga memberikan akses energi yang terjangkau dan ramah lingkungan.

Program pembangunan jargas merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga.

Menurut Arcandra, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga yang disalurkan melalui jaringan pipa gas lebih menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan menggunakan tabung gas LPG. “Untuk pemakaian normal, dibandingkan LPG 3 kg, jargas bisa menghemat hingga Rp 80.000 – Rp 90.000 per bulan. Jika dihitung bisa hemat setara 4 tabung LPG.”

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur fisik untuk rakyat dari APBN, di sektor energi salah satunya melalui program jargas. “Program APBN Kementerian ESDM, lebih dari 50 persen digunakan untuk belanja fisik. Belanja non fisik kita kurangi, dialihkan ke belanja fisik seperti jaringan gas.”

Setiap tahunnya, menurut Arcandra, pemerintah mengeluarkan dana APBN untuk menambah jaringan gas di berbagai daerah. Dana ini berasal dari pengalihan subsidi energi dari APBN yang setiap tahun terus dikurangi.

“Subsidi enegi terus kita kurangi, kita alihkan untuk belanja infrastruktur fisik yang lebih produktif, contohnya seperti jaringan gas yang kita resmikan hari ini,” ungkapnya.

Jargas Deli Serdang dibangun menggunakan APBN Tahun 2018 dengan investasi mencapai Rp 71,44 miliar. Total telah tersambung sebanyak 5.560 SR di 8 kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung Morawa A 763 SR, Tanjung Morawa B 1.597 SR, Dagang Kelambir 528 SR, Tanjung Baru 1.069 SR, Pekan Tanjung Morawa 388 SR, Dalu X A 239 SR, Dagang Kerwan 242 SR, dan Wonosari 261 SR.

Pasokan gas yang dialirkan bersumber dari lapangan gas PT Pertamina EP dengan total panjang pipa 120.738 meter dan volume alokasi gas sebesar 0,2 mmscfd. Selanjutnya, jargas Deli Serdang dikelola dan dioperasikan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Untuk provinsi Sumatera Utara, selain Deli Serdang, jargas juga dibangun di Kota medan sebanyak 5.656 SR. Dengan demikian, total jargas yang dibangun di provinsi Sumatera Utara sebanyak 11.216 SR.

Realisasi pembangunan jargas tahun 2018 sebanyak 90.250 SR, dengan 89.727 SR bersumber dari APBN dan 523 SR non APBN menggunakan dana investasi PGN.

Program pembangunan jargas dengan dana APBN telah dilakukan sejak tahun 2009. Hingga akhir tahun 2018, telah terbangun 463.440 SR yang terdistribusi di 16 provinsi dan 40 kabupaten/kota melalui penugasan kepada Pertamina dan PGN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here