Tutuka Ariadji saat membacakan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Dirjen Migas Kementerian ESDM, Jum’at pagi (6/11).

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, resmi melantik Tutuka Ariadji sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Jum’at pagi (6/11). Penunjukan Guru Besar ITB ini mengakhiri kekosongan kursi Dirjen Migas hampir 1,5 tahun ini.

Usai melantik, Arifin pun menyampaikan harapannya kepada Tutuka. Salah satunya adalah mampu menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) demi meringankan beban devisa negara ke depan.

“Ini bisa dilakukan dengan percepatan pembangunan infrastruktur kilang dan jaringan gas, serta pemanfaatan Energi Baru Terbarukan secara masif, seperti biodiesel dan Dymetil Eter (DME),” ungkapnya.

Selain itu, Arifin juga mengharapkan Dirjen Migas yang baru ini mampu mewujudkan beberapa program strategis migas. Salah satunya, program jangka panjang yang menjadi perhatian utama, yakni pemenuhan target produksi siap jual (lifting) minyak sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030 mendatang.

Tentunya, target tersebut bisa dicapai melalui upaya mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumber daya ke produksi, menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan melakukan eksplorasi secara masif.

Kebijakan lain yang tak kalah penting adalah implementasi penyesuaian harga gas bumi sebagai upaya peningkatan pemanfaatan gas dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing industri nasional.

Tutuka Ariadji lahir di Solo, 26 Agustus 1964. Dia menyelesaikan S1 jurusan Teknik Perminyakan ITB dan menempuh jenjang S2 dan S3 Teknik Perminyakan di Texas A&M University. Jabatan terakhirnya adalah Ketua Forum Guru Besar ITB. Tutuka juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here