, ,

Ini Strategi Pertamina Hadapi Tantangan Global

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus berupaya menjaga keberlangsungan operasionalnya untuk menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina fokus pada peningkatan kapasitas domestik, termasuk pertumbuhan kinerja operasional serta profitabilitas keuangan yang stabil. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan tantangan global yang dihadapi Pertamina yakni pelemahan nilai tukar rupiah dan kelebihan suplai minyak mentah yang memicu pada penurunan harga minyak mentah global. Selain itu, ada juga penurunan ‘crack spread’ atau selisih harga produk olahan dengan harga minyak mentah yang memicu kerugian bagi pelaku bisnis kilang global.

Dia memaparkan, harga minyak mentah global mengalami penurunan sekitar 15-20 persen dibandingkan tahun lalu dari rata-rata US$ 78 per barel menjadi US$ 65 per barel pada Mei 2025. Sementara penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mencapai 4 persen. Sedangkan selisih harga minyak mentah dan produk kilang yang disebut crack spread turun menjadi US$ 10 per barel, dibandingkan titik impas kilang Pertamina sebesar US$ 15 per barel.  

Menurut Simon, Pertamina melakukan pengelolaan impor melalui pengalihan jalur distribusi dan diversifikasi sumber maupun supplier impor untuk memitigasi risiko geopolitik. Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk mendapat dukungan kebijakan dan skema G-to-G (government-to-government) dalam menjaga stabilitas suplai.

“Melalui berbagai upaya yang telah kami lakukan ini, Pertamina tetap mampu mempertahankan kinerja yang solid dan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara,” ungkapnya.

Energi Hijau

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menjelaskan strategi bisnis Pertamina di tengah tantangan global tersebut antara lain penguatan produksi dan serapan dalam negeri. Sejalan dengan itu, Pertamina juga akan melakukan implementasi energi hijau, peningkatan kehandalan operasional, serta pengaturan pasokan komoditas minyak mentah dan produk yang lebih efektif. 

Dari sisi hulu migas, menurut Wiko, Pertamina fokus pada peningkatan produksi dalam negeri. Di sektor hulu, Pertamina memiliki Pokja Peningkatan Produksi Hulu bersama Kementerian ESDM untuk meningkatkan produksi nasional.

Target produksi minyak domestik mencapai 419 ribu BOPD tahun 2025. Pada periode sama, Pertamina juga akan mengoptimalkan serapan minyak mentah domestik dari porsi Pemerintah, dengan serapan sekitar 12 juta barel, atau setara 30 ribu BOPD.

Strategi lainnya adalah pengelolaan pasokan komoditas minyak mentah dan produk. Pasokan dari pasar internasional diperkuat dengan pola operasi dan distribusi serta menggunakan pengalihan jalur distribusi apabila diperlukan, atau skema Regular, Alternative, and Emergency (RAE).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *