Central Processing Plant (CPP) Gundih di Blora, Jawa Tengah.

Jakarta, Petrominer – Pemerintah menyatakan bahwa Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) akan menjadi bagian penting dalam pengembangan lapangan migas di Indonesia. Penerapan teknologi ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi emisi karbon.

“Dalam perkembangan energi global saat ini, CCUS menjadi salah satu bahasan penting dalam mengurangi emisi CO2 dan juga digunakan dalam Enhanced Oil Recovery (EOR),” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, dalam sebuah webinar, Rabu (8/9).

Menurut Tutuka, penggunaan teknologi bersih seperti CCUS bakal menjadi pertimbangan utama untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, keberlanjutan dan daya saing untuk mencapai kedaulatan energi serta ketahanan iklim dan rendah karbon. Teknologi ini dibutuhkan untuk menciptakan energi hijau.

“Teknologi bersih seperti CCUS sangat dibutuhkan untuk menciptakan energi hijau. Gas sendiri merupakan energi fosil yang dapat menjadi energi ramah lingkungan dengan teknologi CCUS,” jelasnya.

Kajian penerapan CCUS pada lapangan-lapangan migas di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Pemerintah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), J-Power dan Janus dalam sebuah kajian di lapangan Gundih, Blora, Jawa Tengah.

Selain itu, ada juga proyek CO2-EOR di lapangan Sukowati oleh Pertamina EP, Japan Petroleum Exploration (Japex) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Migas Lemigas. Kemudian, proyek CO2-EOR di lapangan Limau Biru oleh Japex dan Lemigas, yang juga terlibat di proyek MRV Methodology.

“Proyek lainnya adalah CO2 Source-Sink Match oleh ITB dan Janus, serta proyek CCUS/CO2-EGR di Tangguh oleh BP Berau Ltd. dan ITB,” papar Tutuka.

Selain itu, masih ada empat proyek potensial lainnya yaitu Banggai Ammonia Plant di Sulawesi Tengah oleh Panca Amara Utama, Jogmec, Mitsubishi dan ITB. CCS Study di lapangan Sakakemang oleh Repsol. Proyek CCS/CCUS di lapangan Abadi Masela oleh Inpex. Serta Blue Ammonia Production menggunakan sequestration CO2 oleh Toyo Engineering Corporation, Pupuk Kalimantan Timur dan Pertamina Hulu Energi.

“Potensi CO2 yang tersimpan dari CCUS yang berasal dari lapangan Gundih, Sukowati dan Tangguh diperkirakan sekitar 48 juta CO2,” ujar Tutuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here