Fasilitas pipa angguk di Blok Rokan, Riau.

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyampaikan kinerja kegiatan usaha migas sepanjang tahun 2018. Hal yang paling disoroti adalah pencapaian lifting migas, yang dilaporkan hanya mencapai 98 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berdasarkan data SKK Migas, lifting migas tahun 2018 mencapai 1.917 Ribu Barrel Oil Eqivalent Per Day (MBOPD). Dengan rincian, lifting minyak 778 MBOPD dan lifting gas 1.139 MBOEPD.

Untuk tahun 2019, target lifting migas ditetapkan sebesar 2.250 MBOEPD. Dengan rincian, target lifting minyak sebesar 775 MBOPD dan target lifting gas sebesar 1.250 MBOEPD. Penetapan target yang lebih besar ini diharapkan dapat mendukung tercapainya target penerimaan negara dan investasi tahun ini.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau produsen yang menopang produksi dan lifting migas nasional tahun 2018 adalah PT Chevron Pacific Indonesia dengan Blok Rokan, Mobil Cepu Ltd. dengan Blok Cepu dan PT Pertamina EP. Selain itu ada sejumlah KKKS lainnya yang memegang porsi cukup besar dalam menunjang produksi migas nasional.

Profil lifting gas bumi 15 KKKS utama per 3 Januari 2019, dalam ribu BOEPD. (SKK Migas, Januari 2019)

Sementara dalam produksi atau lifting gas, ada sedikit perubahan dengan peringkat 15 KKKS besarnya dibandingkan tahun sebelumnya. Kali ini, BP Berau Ltd. dengan tiga blok migasnya di Papua mulai mengambil alih posisi pertama produsen gas. Selama ini, posisi tersebut ditempati oleh Total E&P Indonesie dengan Blok Mahakam yang sekarang sudah dialihkelolakan kepada PT Pertamina Hulu Mahakam sejak 1 Januari 2018.

Posisi selanjutnya masih ditempati Conoco Phillips Indonesia, PT Pertamina EP, ENI dan seterusnya.

Profil lifting minyak bumi 15 KKKS utama per 3 Januari 2019, dalam ribu BOPD. (SKK Migas, Januari 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here