Tangerang, Petrominer – Sejak dicanangkan oleh Pemerintah tahun 2015 lalu, Program “35.000 Mega Watt Listrik untuk Indonesia” terus mencatat progress yang menggembirakan. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menciptakan kemandirian energi dengan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber energi yang tersedia di Indonesia untuk kemaslahatan masyarakat.
Wilayah Jawa Bagian Barat mendapatkan kewajiban untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 5.700 MW. Hingga akhir tahun 2018, kapasitas 811 MW sudah beroperasi (15 persen), 2.915 MW sedang konstruksi (51 persen), dan yang masih dalam tahap perencanaan sebesar 2.001,5 MW (35 persen).
“Kami tetap berkomitmen mengejar target yang sudah ditetapkan Apalagi, hingga akhir tahun 2019, ada banyak tambahan pembangkit listrik yang beroperasi,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto W.S, di sela-sela kunjungan ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension di Tangerang, Banten, Jum’at (29/3).
PLTU Lontar Extension, menurut Haryanto, diperkirakan mulai beroperasi September 2019 dengan kapasitas 315 MW. Pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar low rank coal ini sudah mencapai 87,68 persen.
“Proyek PLTU ini baru saja merampungkan pelaksanaan boiler hydrotest. Artinya, proyek pembangkit listrik ini telah menapaki progress yang signifikan dan direncanakan rampung pada kuartal ketiga tahun 2019,” paparnya.
Pembangkit lainnya yang bakal beroperasi tahun 2019 ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 2 dengan kapasitas 800 MW pada Mei 2019, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan berkapasitas 100 MW pada September 2019, dan PLTU Jawa 7 Unit 1 berkapasitas 2.000 MW pada Oktober 2019.
Sementara pada tahun 2020, ada tiga unit pembangkit lagi yang akan beroperasi. PLTGU Muara Karang berkapasitas 500 MW pada Maret 2020, serta PLTU Jawa 9 dan Jawa 10 dengan kapasitas masing-masing 1.000 MW.
Selain target pembangkit listrik 5.700 MW, Jawa Barat juga mendapat target pembangunan transmisi listrik sepanjang 2.189,4 kilometer sirkit (kms). Sejauh ini, transmisi yang telah beroperasi sepanjang 667,7 kms (30 persen), dan sepanjang 764,9 kms sedang dalam masa konstruksi (35 persen) dan 757,8 kms masih pra-konstruksi (35 persen).
Sementara pembangunan gardu induk dipatok target 28.002 megavolt ampere (MVA). Sejauh ini, yang telah beroperasi sebesar 14.654 MVA atau 52 persen dari target. Gardu induk yang dalam masa konstruksi sebanyak 5.388 MVA (19 persen), dan masa pra konstruksi 7.960 MVA (29 persen).








Tinggalkan Balasan