London, Petrominer – GlobalData menetapkan Cassels Brock & Blackwell sebagai penasihat hukum merger dan akuisisi (M&A) teratas di sektor logam dan pertambangan pada Semester I tahun 2022, baik dari segi nilai maupun volume. Berdasarkan database transaksi keuangannya, perusahaan data dan analitik terkemuka ini mengungkapkan bahwa Cassels Brock & Blackwell mencapai posisi teratas dengan memberi nasihat pada delapan kesepakatan senilai US$ 8,3 miliar.
Menurut laporan terbarunya berjudul “Global and Metals & Mining M&A Report Legal Adviser League Tables H1 2022,” GlobalData menyebutkan ada sebanyak 660 transaksi merger dan akuisisi senilai US$ 30,1 miliar telah diumumkan selama periode enam bulan pertama 2022.
“Tidak satu pun dari penasihat yang kami lacak, termasuk Cassels Brock & Blackwell, mencapai volume transaksi dua digit di Semester I-2022. Faktanya, Cassels Brock & Blackwell menyarankan lebih sedikit kesepakatan di Semester I-2022 dibandingkan Semester I-2021, namun bernilai lebih tinggi. Perusahaan ini terlibat dalam kesepakatan Gold Fields-Yamana Gold senilai US$ 6,7 miliar yang memainkan peran penting bagi Cassels Brock & Blackwell dalam mengamankan posisi teratas berdasarkan nilai,” ujar Analis Utama GlobalData, Aurojyoti Bose, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (4/8).

Berdasarkan analisis data transaksi keuangan, GlobalData juga mengungkapkan bahwa Fasken Martineau DuMoulin menempati posisi kedua berdasarkan nilai, dengan memberikan saran atas kesepakatan senilai US$ 7,6 miliar. Posisi berikutnya diisi oleh Webber Wentzel, dengan US$ 6,7 miliar. Linklaters, Paul, Weiss, Rifkind, Wharton & Garrison dan Veirano Advogados juga menyarankan kesepakatan senilai US$ 6,7 miliar.
Sementara itu, Fasken Martineau DuMoulin menempati posisi kedua dari sisi volume dengan enam deal. Diikuti oleh Blake Cassels & Graydon dengan lima kesepakatan, Osler Hoskin & Harcourt dengan tiga kesepakatan, dan Stikeman Elliott dengan tiga kesepakatan.









Tinggalkan Balasan