Jakarta, Petrominer – Tim Tekfer dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terpilih sebagai pemenang Whitepaper Competition – GE Youth Idea Competition. Kompetisi dalam energi baru terbarukan (EBT) bagi mahasiswa ini diselenggarakan oleh GE Indonesia, bekerja sama dengan Society of Renewable Energy (SRE).
Pengumuman pemenang disampaikan dalam acara Grand Closing GE Youth Idea Competition, Minggu (19/9). GE Youth Idea Competition merupakan program edukasi dan kompetisi dalam EBT untuk mahasiswa Indonesia. Program ini terdiri dari dua kegiatan, seri webinar online dan kompetisi whitepaper.
Rangkaian seminar online digelar sejak Mei 2021, yang berfokus pada EBT dengan berbagai topik relevan tentang produksi dan penyimpanan energi, transformasi digital, kebijakan publik dan sosial, serta ekonomi dan keuangan. Pembicara-pembicara ternama dari pemerintahan, pelaku industri, dan GE berbicara dan berinteraksi dengan lebih dari 1.200 peserta dari 36 universitas dari seluruh Indonesia.
Sedangkan kompetisi whitepaper diharapkan bisa menjadi sarana penyaluran ide-ide dan inovasi mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam mencari solusi untuk percepatan proses dekarbonisasi Indonesia. Apalagi, mahasiswa-mahasiswa ini adalah calon-calon pemimpin di masa depan.
Whitepaper dari tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang berjudul ‘Inovasi Sistem Minigrid Hibrida Biomassa Sekam Padi dan Energi Surya untuk Mendukung Dekarbonisasi dan Elektrifikasi pada Sektor Pertanian’ terpilih sebagai pemenang dari lebih dari 100 tim mahasiswa yang ikut berpartisipasi.
Pemenang kedua adalah tim dari Universitas Gadjah Mada, dan posisi ketiga adalah tim dari Politeknik Negeri Semarang. Selain itu, 10 tim finalis mendapatkan kesempatan mentoring intensif dengan pimpinan-pimpinan senior GE Indonesia.
Dalam sambutannya, CEO GE Indonesia, Handry Satriago, menyatakan bahwa Indonesia telah menunjukkan komitmen besar dalam penggunaan EBT dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan. GE pada saat ini menyediakan teknologi yang meliputi 20 persen kapasitas EBT dunia, sehingga perusahaan ini memahami bahwa teknologi kelas dunia diperlukan.
“Namun yang juga penting adalah kita semua membantu mengembangkan generasi masa depan, talenta-talenta di Indonesia untuk menggerakkan agenda energi terbarukan. Kami berkontribusi sesuai kapasitas kami terhadap upaya-upaya tersebut,” ujar Handry.
Menurutnya, prospek-prospek EBT sangat menjanjikan. Indonesia dianugerahi dengan kekayaan alam melimpah untuk menghasilkan energi bersih, walaupun tidak semuanya mudah diakses.
“Inilah mengapa kami bekerja sama dengan orang-orang dengan visi serupa seperti para pelanggan kami, SRE, pemerintah, dan LSM untuk terus berupaya menghasilkan teknologi inovatif dan meningkatkan kemampuan di berbagai level, termasuk para mahasiswa yang merupakan para pemimpin masa depan,” ungkap Handry.
Sementara Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa ketersediaan sumber daya manusia yang unggul dibutuhkan untuk mendukung proses transisi energi Indonesia dalam rangka dekarbonisasi.
“Pemerintah mengharapkan Indonesia sudah mewujudkan dekarbonisasi pada tahun 2060 atau lebih cepat. Batubara nanti akan digantikan oleh EBT. Dalam dua hingga tiga tahun kedepan kita harus memastikan terjadi proses transisi energi,” ujar Dadan.








Tinggalkan Balasan