, ,

Ini Langkah Terukur Transisi Energi Perusahaan Migas Dunia

Posted by

London, Petrominer – Para pemimpin industri minyak dan gas bumi (migas) terus memasukkan bahan bakar transisi serta sumber energi rendah karbon dan nol karbon ke dalam portofolio mereka. Kontribusi ini sangatlah penting bagi keberhasilan transisi energi dan mitigasi emisi karbon.

GlobalData, dalam laporan terbarunya berjudul “Energy Transition in Oil & Gas,” mengungkapkan bahwa perusahaan migas besar seperti BP, TotalEnergies, Shell, ExxonMobil, dan Chevron telah menetapkan target net zero emission (NZE) tahun 2050. Para pelaku industri ini telah mengambil berbagai rute dalam perjalanan transisi energinya, termasuk carbon capture and storage (CCS), produksi hydrogen, pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, stasiun pengisian kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan biofuel.

“Mengingat semakin menonjolnya transisi energi karena meningkatnya kesadaran tentang dampak emisi bahan bakar fosil terhadap perubahan iklim, industri migas akan menghadapi tekanan internasional, seiring kemajuan menuju energi baru menjadi titik perhatian khusus. Banyak pemerintah menekankan perlunya mengejar bahan bakar yang lebih bersih sebagai sumber energi alternatif untuk mengurangi emisi,” ungkap analis migas GlobalData, Ravindra Puranik.

Untuk memenuhi target dekarbonisasi jangka menengah dan panjang, para pelaku industri migas telah berinvestasi pada teknologi yang ada dan sedang berkembang. Energi terbarukan, khususnya matahari dan angin, menjadi salah satu pilihan investasi terpopuler bagi perusahaan migas besar, seperti BP, TotalEnergies, Shell, dan Equinor.

“Para pelaku industri migas menyeimbangkan portofolio intensif emisi mereka melalui penambahan proyek energi terbarukan, yang dapat mempersiapkan mereka untuk permintaan pasar masa depan di sektor energi. Transisi ini selanjutnya dibantu oleh dukungan peraturan dari negara-negara ekonomi besar yang telah berjanji untuk menjadi netral iklim. Namun, dalam jangka menengah, teknologi mitigasi emisi, seperti CCS akan membantu perusahaan energi bertahan dengan bahan bakar fosil,” tulis Puranik.

Rencana dan target transisi energi perusahaan migas dunia.

ExxonMobil adalah salah satu pemimpin industri yang mengejar pengembangan teknologi CCS dan penerapan komersialnya. Perusahaan ini juga berinvestasi di proyek-proyek blue hydrogen yang memerlukan penggunaan CCS.

Di sisi lain, perusahaan migas besar Eropa, seperti TotalEnergies, BP, dan Equinor, lebih memilih green hydrogen, dalam usulan proyek mereka di Eropa dan Asia. Shell berinvestasi di pasar kendaraan listrik yang berkembang secara efektif memanfaatkan jaringan outlet ritel BBM globalnya untuk membangun infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik.

“Tujuan dari transisi ini adalah untuk menghilangkan emisi karbon dari rantai nilai energi dalam jangka panjang. Saat ini, perusahaan migas sedang mengambil langkah-langkah yang diperhitungkan untuk transisi energi tetapi bisa menjadi pemain dominan di tahun-tahun mendatang,” tulis Puranik menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *