Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak penurunan air tanah dan intrusi air laut, terutama di wilayah Jakarta. Laju instrusi maupun penurunan air tanah tersebut bisa diperlambat mengingat ada faktor manusia yang masih bisa dikendalikan.

Selama ini, pemanfaatan air tanah secara berlebihan di wilayah Jakarta menjadi salah satu penyumbang terjadinya instrusi air laut dan penurunan tanah (land subsidence). Intrusi air laut terjadi karena menyusupnya air laut ke dalam pori-pori batuan, mengganti air tawar dan mencemari air tanah yang terkandung didalamnya.

“Bicara intrusi air laut itu kita bicara bagaimana satu lapisan air yang datang dari (wilayah Jakarta) selatan ke utara, yang kemudian dari utara bertemu dengan air laut. Manakala tekanan yang selatannya sudah berkurang karena sudah diambil maka dia akan menekan. Nah karakteristik dari lapisan-lapisan batuan di Jakarta ini sendiri terdiri dari beberapa lapis yang memungkinkan terjadinya intrusi,” jelas Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudy Suhendar, Jum’at (1/11).

Rudy menjelaskan bahwa intrusi air laut dapat terjadi akibat naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut ke arah daratan dikarenakan perbedaan tekanan air tanah dengan air laut dan adanya karakteristik lapisan-lapisan batuan.

“Saat ini di wilayah Jakarta Bagian Utara, muka air laut sudah mencapai 1,5 meter diatas permukaan tanah Jakarta Utara. “Di Jakarta Utara bukan berarti tanah di sana turun 1,5 meter, bisa juga air lautnya yang naik, jadi saling mendukung disitu,” paparnya.

Lihat juga: Warga Dihimbau Bijak Manfaatkan Air Tanah

Untuk mengantisipasi hal tersebut, menurut Rudi, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak penurunan air tanah dan intrusi air laut, seperti dengan membangun beberapa tanggul untuk mencegah air laut masuk ke daratan, pengendalian dari pengaruh manusia terhadap laju penurunan permukaan tanah dengan memperhatikan tumpuan atau pondasi yang harus berada di atas batuan keras, baik itu bangunan berupa gedung, jembatan, dan lainnya.

“Baik laju intrusi maupun penurunan air tanah ini masih bisa diperlambat mengingat ada faktor pengaruh manusia yang masih bisa dikendalikan.Langkah lainnya adalah pengawasan dan memperketat perijinan jika ada pengajuan pengambilan air tanah,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here