Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, didampingi Komisaris PTFI, AM Fachir, dalam media briefing yang digelar secara virtual, Senin (17/8).

Jakarta, Petrominer – Pandemi Covid-19 telah mengharuskan seluruh elemen masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, sehingga bisa membantu menekan tingkat penyebaran virus. Kondisi ini pun mendorong PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk bertransformasi, baik dari sisi operasional maupun kontribusi.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa transformasi tersebut di antaranya adalah membuat prosedur dan sistem rotasi kerja yang lebih fleksibel, yakni kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi karyawan Jakarta. Tidak hanya itu, PTFI juga melakukan pengurangan jumlah orang di area operasi dalam satu waktu kerja yang sama, sehingga mampu memperkuat perlindungan kesehatan dan keselamatan karyawan.

“Melalui prosedur dan sistem ini, kegiatan operasi kami berjalan normal dan aman,” ujar Tony dalam media briefing yang digelar secara virtual, Senin (17/8).

Dia memaparkan, pada semester I-2020, produksi tembaga mencapai 321 juta pon atau naik 18,88 persen year on year. Sementara produksi emas mencapai 341.000 ons atau tumbuh 7,91 persen year on year. Dari sisi non-operasi, tingkat produktivitas karyawan pun meningkat.

“Angka ini menunjukkan bahwa keluarga besar PTFI siap menyambut proses adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Tony.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa hasil ini membantu PTFI untuk terus menggerakkan roda perekonomian, menjaga kestabilan industri, dan meningkatkan kesejahteraan komunitas di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Sepanjang pandemi Covid-19, PTFI terus menjaga 29.201 lapangan kerja bagi karyawan dan kontraktor perusahaan yang 97 persen-nya berasal dari Indonesia, serta memberi bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 di sekitar area kerja yang telah mencapai nilai lebih dari Rp 21 miliar rupiah.

Selain itu, PTFI juga menyediakan fasilitas kesehatan bagi karyawan dan masyarakat di sekitar area operasi perusahaan, seperti dengan menyediakan alat rapid test dan PCR test, menambah kamar perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana, serta membangun fasilitas laboratorium pengujian RT-PCR untuk konfirmasi diagnosis Covid-19. Bantuan lain yang diberikan adalah memfasilitasi pengiriman bantuan kebutuhan medis, pengiriman bantuan bahan makanan, dan pengiriman peralatan kesehatan yang dibutuhan dalam penanganan Covid-19.

“Baru-baru ini, PTFI juga memfasilitasi pengiriman 70 ventilator atau alat bantu pernapasan dari University of Rhode Island (URI), Amerika Serikat, untuk diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua,” ujar Tony.

Perkembangan dana pengembangan masyarakat yang telah digelontorkan PT Freeport Indonesia selama tahun 1992-2019.

Kontribusi bagi Indonesia

Salah satu faktor utama pendukung keberhasilan PTFI dalam memberikan kontribusi di tengah pandemi adalah adanya nilai-nilai perusahaan yang dijunjung tinggi oleh seluruh karyawan PTFI. Nilai tersebut dikenal sebagai SINCERE (Safety – Integrity – Commitment – Respect – Excellence).

“Perjalanan panjang PTFI selama lebih dari 50 tahun terakhir tidak lepas dari aneka tantangan. Meski demikian, PTFI mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan menorehkan sejumlah pencapaian berkat nilai-nilai perusahaan yang diadaptasi secara baik oleh seluruh karyawan,” kata Tony.

Oleh karena itu, bertepatan dengan HUT ke-75 Republik Indonesia, PTFI memperkuat kembali penerapan SINCERE dengan menyelenggarakan rangkaian aktivitas virtual yang dapat mengingatkan mengenai pentingnya SINCERE, sehingga transformasi PTFI di tengah pandemi dapat berjalan lancar.

Tidak hanya itu, selaras dengan tema HUT ke-75 Republik Indonesia “Indonesia Maju”, PTFI kembali menunjukkan dukungan dengan terus berkontribusi bagi Indonesia, termasuk di tengah pandemi. Kontribusi tersebut diberikan di berbagai aspek, mulai dari ekonomi, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur.

“Kontribusi tersebut kian nyata setelah 51 persen saham PTFI resmi dimiliki oleh Pemerintah Indonesia di bawah naungan MIND ID,” tegas Tony.

Seluruh inisiatif tersebut memperkuat kontribusi PTFI yang sejak tahun 1992 sampai 2019 telah berkontribusi sebesar US$ 45,8 miliar (sekitar Rp 664,1 triliun) terhadap perekonomian Indonesia, dan sebesar US$ 1,73 miliar (sekitar Rp 25,1 miliar) untuk program-program pengembangan, dan pemberdayaan masyarakat, serta melakukan pembangunan infrastruktur seperti lebih dari 3.000 rumah dan penyediaan aliran listrik bagi masyarakat di sekitar area kerja perusahaan.

Terhitung sejak tahun 2019 sampai 2041, PTFI pun telah menganggarkan dana investasi senilai US$ 15,1 miliar (sekitar Rp 218,9 triliun) untuk pengembangan kegiatan operasi dan penguatan kontribusi bagi Indonesia maju, agar dapat mencapai target baru PTFI di tengah pandemi, yaitu produksi aman dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here