Pembangunan proyek Pipa Minyak Rokan.

Jakarta, Petrominer – SKK Migas telah memilih Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan kinerja pengelolaan barang dan jasa terbaik sepanjang tahun 2020. Penghargaan ini diberikan dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan rantai suplai yang baik, transparan dan efisien di lingkungan kegiatan usaha hulu migas.

Penilaian kinerja KKKS terbaik itu berdasarkan kriteria Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan dan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Mekanisme ini dinilai efektif dan terbukti capaian KPI KKKS di bidang pengadaan barang dan jasa semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Ada 11 kriteria yang selalu dinilai SKK Migas dalam menilai kinerja pengelolaan rantai suplai KKKS. Kami gembira ternyata capaian kinerja mereka dari tahun ke tahun semakin meningkat,” ujar Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko, Selasa (8/6).

Rudi menjelaskan, tahun 2020 kinerja KKKS mencapai 2,9 atau meningkat 31 persen dari capaian tahun 2019 yang hanya 2,2. Ini berarti akuntabilitas pengadaan barang/jasa menjadi semakin baik dan transparan, proses pengadaan menjadi semakin cepat dan nilai efisiensi yang diperoleh menjadi lebih besar.

Penilaian dilakukan melalui kompetisi yang pada tahun 2021 diikuti oleh 49 KKKS eksploitasi. Penilaian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori kelompok KKKS besar dengan nilai pengadaan lebih dari US$ 250 juta, kategori kelompok KKKS sedang dengan nilai pengadaan US$ 50-250 juta dan kategori kelompok kecil untuk pengadaan sampai US$ 50 juta.

KKKS yang menjadi juara adalah:

  • Kategori Kelompok KKKS Besar: Juara 1 Petronas Carigalli, Juara 2 MedcoEnergi dan Juara 3 ConocoPhilips.
  • Kategori Kelompok KKKS Sedang: Juara 1 HCML Husky-CNOOC Madura Limited, Juara 2 Kangean Energi Indonesia, dan Juara 3 ENI
  • Kategori Kelompok KKKS Kecil: Juara 1 SPR Langgak, Juara 2 Joint operation body Pertamina-Medco E&P Simenggaris, dan Juara 3 PT Tropik Energi pandan.

“Usaha untuk meningkatkan kepatuhan dalam proses pengadaan barang dan jasa serta peningkatan efisiensi, merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk mencapai visi 1 juta barel per hari dan12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) gas pada tahun 2030, serta demi meningkatkan penerimaan negara dari usaha hulu migas,” ujar Rudi yang juga menjabat Plt. Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas.

Tertingi

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa SKK Migas, Widi Santuso, menyampaikan bahwa kinerja pengelolaan barang/jasa KKKS terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak dilakukan penilaian 10 tahun lalu, kinerja KKKS di tahun 2020 adalah paling baik.

Menurut Widi, terdapat 5 indikator yang meraih angka penilaian tertinggi. Pertama, tingkat penghematan pengadaan barang dan jasa. Kedua, rata-rata waktu tender pengadaan barang (hari kerja). Ketiga, rata-rata waktu penerbitan kontrak (hari kerja). Keempat, tingkat sanggahan dalam proses tender. Dan kelima, tingkat pemberdayaan vendor daerah.

“Dari proses yang semakin efisien itu, target penghematan biaya yang tadinya ditargetkan 10 persen, berhasil direalisasikan sebesar 16,86 persen. Bagi penerimaan negara, dampaknya nyata karena berhasil mengefisiensikan cost recovery juga,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here