, ,

Ini Kinerja MedcoEnergi Tahun 2020

Posted by

Jakarta, Petrominer – Rendahnya permintaan energi akibat pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) tahun 2020 lalu. Meski meraih laba bersih sebesar US$ 9 juta pada kuartal terakhir 2020, namun tidak bisa menutupi kerugian sepanjang tahun lalu.

Dalam laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020, MedcoEnergi mencatat kerugian sebesar US$ 189 juta. Kinerja ini lebih parah dibandingkan rugi tahun 2019 yang mencapai US$ 27 juta. Padahal, MedcoEnergi sempat melaporkan laba bersih sebesar US$ 9 juta untuk periode Kuartal IV-2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.

“Rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan tahun lalu. Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas Perusahaan,” ujar CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Selasa (1/6).

Sampai akhir 2020, EBITDA konsolidasi tercatat sebesar US$ 502 juta, turun 20 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat US$ 660 juta. Penurunan ini terjadi karena permintaan gas dan harga minyak yang rendah. Sementara laba kotor konsolidasi US$ 322 juta, atau hampir separo perolehan tahun lalu yang sebesar US$ 592 juta.

Harga minyak US$ 40,3 per barel, turun 36 persen dari harga yang dicatat tahun 2019 (US$ 62,5 per barel) dan harga gas US$ 5,2 per MMBTU, turun 23 persen dari harga tahun 2019 (US$ 6,7 per MMBTU).

Sementara dari sisi operasional, MedcoEnergi mencatat produksi minyak dan gas sebesar 100 MBOEPD. Penurunan ini sebagai dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021, namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi.

Untuk tahun 2021, jelas Roberto, harga komoditas telah membaik namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama masih rendah. Meski begitu, dia menegaskan akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan.

Berikut ringkasan kinerja MedcoEnergi tahun 2020:

Keuangan

  • EBITDA sebesar US$ 502 juta.
  • Harga minyak US$ 40,3 per barel dan harga gas US$ 5,2 per MMBTU.
  • Kerugian sebesar US$ 189 juta, termasuk satu kali penurunan non-tunai sebesar US$ 93 juta pada Kuartal IV-2020.
  • AMNT melaporkan keuntungan US$ 25 juta dengan bijih produktif dari pengembangan Tahap 7 dan didukung oleh kenaikan harga tembaga dan emas.
  • Belanja modal Migas mencapai US$ 144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna.
  • Belanja modal ketenagalistrikan mencapai US$ 63 juta, untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Kas dari operasi setelah belanja modal positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi Ophir. Kas dan setara kas adalah US$ 446 juta.
  • Dukungan dari Pemegang saham dan liability management yang proaktif memungkinkan kelangsungan deleveraging.
  • Hutang mencapai US$ 2,7 miliar. Untuk Restricted Group, Hutang adalah US$ 2,3 miliar dan Hutang Bersih US$ 2,0 miliar.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA 4,2x.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD4 mulai tahun 2020. Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan-1 terus membaik, berkurang 12 persen sejak tahun 2018 dan program pelestarian hutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun telah mengurangi 363.595 ton CO2 di atmosfer tahun 2020.

Operasi

  • Produksi migas 100 MBOEPD.
  • Biaya produksi migas per unit adalah US$9,0 per BOE.
  • Empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC.
  • Menyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy.
  • Penjualan ketenagalistrikan adalah 2.639 GWh, 31 persen berasal dari sumber energi terbarukan.
  • Medco Power membentuk Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan dan mengembangkan fasilitas IPP gas.
  • Sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru.
  • Pembangunan CCPP Gas Riau 275MW mencapai 97 persen dengan target operasi komersial pada Kuartal IV-2021.
  • Konstruksi fasilitas Solar PV 26 MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal I-2022.
  • AMNT mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan 132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di tahun 2020.
  • Pengembangan Tahap 8 sedang berjalan.
  • AMNT memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *