, ,

Ini Kinerja MedcoEnergi Selama Sembilan Bulan Tahun 2025

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk melaporkan kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) selama kuartal III tahun 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja ini dicapai berkat keberhasilan proyek-proyek baru di Natuna, Corridor dan Oman yang sesuai dengan target. 

Chief Executive Officer MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan bahwa dengan terus mengoperasikan lapangan dan fasilitas baru, MedcoEnergi berhasil mencatatkan kinerja yang kuat meskipun pasar komoditas bergejolak.

“Akuisisi terbaru atas kepemilikan di PSC Sakakemang dan Transportasi Gas Indonesia (TGI) semakin memperkuat posisi strategis kami di rantai nilai gas terintegrasi di Sumatra Selatan dan Jawa, serta memastikan akses terhadap pertumbuhan dan aset bernilai tambah lebih lanjut,” ungkap Roberto dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Jum’at malam (31/10).

Dia memaparkan, produksi migas pada kuartal III-2025 mencapai 163 mboepd, naik 14 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Laju produksi pada September 2025 mencapai 174 mboepd berkat proyek baru di Natuna, Corridor, dan Oman, yang sesuai dengan target tahun 2025 sebesar 155–160 mboepd.

“Produksi pertama dari Proyek Terubuk Well Head Platform (WHP) M di Blok B Laut Natuna Selatan dimulai pada 25 Juli, menambah kapasitas hingga 6.600 bopd minyak dan 60 mmscfd gas,” ujar Roberto.

Di sektor ketenagalistrikan, MedcoEnergi melalui Medco Power menghasilkan penjualan listrik sebesar 3.188 GWh, naik 8 persen dari tahun sebelumnya. Capaian ini 25 persen berasal dari energi terbarukan.

“Produksi listrik kuartal III-2025 tumbuh 6 persen berkat kontribusi dari IPP terbarukan baru di Ijen dan Bali Timur, serta peningkatan kinerja Sarulla,” paparnya.

Belanja modal Power sebesar US$ 21 juta digunakan untuk menyelesaikan Ijen Geothermal 35 MW (Q1- 2025) dan East Bali Solar PV 25 MWp (Q2-2025). Kedua proyek ini akan mendorong total penjualan listrik menjadi 4.300 GWh di tahun 2025.

Sementara di sektor mineral, Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat rugi bersih US$ 37 juta, turun signifikan dari laba US$ 129 juta pada periode yang sama tahun 2024. Kerugian ini akibat tantangan peningkatan kapasitas smelter dan larangan ekspor konsentrat sejak awal tahun.

“Produksi tembaga 144,6 juta pon (Mlbs) dan produksi emas 75,6 ribu ons (Koz). Produksi katoda tembaga 41.052 ton dan produksi emas murni (refined gold) 44.792 ons,” ujar Roberto.

Laba Turun

Dengan capaian kinerja operasional tersebut, MedcoEnergi mencatatkan EBITDA sebesar US$ 946 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini turun 3 persen dibandingkan US$ 979 juta pada periode setahun lau. Hasil ini seiring penurunan rata-rata harga minyak dari US$ 80 per barel menjadi US$ 68 per barel, turun 15 persen. Sementara harga gas rata-rata stabil di US$ 6,9 per mmbtu.

Laba bersih sebesar US$ 86 juta, turun 69 persen dari US$ 273 juta pada sembilan bulan pertama 2024 lalu. Kinerja ini karena penurunan kontribusi dari AMMN, yang dari sebelumnya laba US$ 129 juta pada 2024 menjadi rugi US$ 37 juta pada 2025, serta harga minyak lebih rendah dan pengeluaran eksplorasi dry hole.

Belanja modal sebesar US$ 297 juta digunakan untuk proyek pengeboran di Oman Blok 60, South Natuna Sea Blok B, dan Corridor, serta penyelesaian Ijen Geothermal Fase 1 dan East Bali Solar PV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *