, ,

Ini Kekuatan TIS Kelola Jalur Logistik Batubara di Sumatera Selatan

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Titan Infra Sejahtera (TIS) menyatakan siap mendukung pertumbuhan industri batubara di Sumatera Selatan dengan menyediakan infrastruktur logistik yang andal dan terintegrasi. Kesiapan ini diharapkan bisa membantu umatra Selatan menghadapi tantangan logistik pengangkutan batubara dari tambang menuju pelabuhan karena jarak yang cukup jauh.

”Kami menyadari kebutuhan para pelaku industri tambang batubara di Sumatra Selatan untuk tumbuh dan meningkatkan volume produksinya. Karena itu, kami sangat siap mendukung dengan menyediakan infrastruktur logistik batubara yang andal dan terintegrasi,” ujar Direktur TIS, Victor B Tanuadji, Selasa (9/12).

Provinsi Sumatra Selatan memiliki cadangan batubara melimpah sebanyak 9,3 miliar ton, namun dengan volume produksi hanya 100 juta ton per tahun. Bandingkan dengan wilayah Kalimantan, total produksi batubara dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan mencapai 687 juta ton tahun 2024.

Namun Sumatra Selatan menghadapi tantangan logistik pengangkutan batubara dari tambang menuju pelabuhan karena jarak yang cukup jauh. Untuk itu, TIS selaku penyedia infrastruktur dan layanan logistik batubara terintegrasi terbesar dan terpanjang di Sumatera Selatan, membuka lebar potensi batubara yang belum dieksploitasi secara optimal.

“TIS berada pada posisi strategis sebagai penyedia infrastruktur logistik batubara terbesar, terintegrasi, terpanjang dan paling kritikal di Sumatera Selatan. Dengan potensi cadangan yang sangat besar dan rencana ekspansi yang agresif, TIS memiliki prospek pertumbuhan kuat dalam lima tahun ke depan serta berperan penting dalam mendukung pemanfaatan energi nasional secara efisien dan berkelanjutan,” ungkap Victor.

Melalui anak usaha PT Servo Lintas Raya (SLR), TIS mengoperasikan jalan khusus batubara (hauling road) sepanjang 118 kilometer berkapasitas 50 juta ton. Infrastruktur jalan ini menghubungkan wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sementara Kabupaten Lahat dan Muara Enim merupakan lumbung batubara Sumatra Selatan.

SLR juga terkoneksi dengan pelabuhan batubara yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ), anak usaha TIS lainnya. Saat ini, SDJ dapat menampung 34 juta ton batubara per tahun dan berencana untuk terus meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 45 juta ton per tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama TIS, Suryo Sugnjo, mengatakan untuk mengantisipasi pertumbuhan volume produksi di Sumatra Selatan, pihaknya berkomitmen meningkatkan layanan logistik dan infrastruktur. Saat ini, TIS sedang meningkatkan kualitas jalan angkut batubara SLR secara bertahap dari jalan gravel menjadi jalan chipseal.

“Jalan angkut chipseal memangkas waktu tempuh hingga 50 persen dari sebelumnya 7-8 jam menjadi hanya 3-4 jam per trip. Waktu tempuh lebih cepat, berarti lebih hemat BBM, kualitas jalan lebih mulus juga mengurangi biaya pemeliharaan truk,” ujar Suryo.

Selain meningkatkan kualitas jalan angkut, TIS juga menerapkan strategi pertumbuhan dengan membangun jalan pengumpan (feeder road). Tujuannya adalah untuk menjangkau area tambang yang belum terkoneksi jalan SLR.

Saat ini, TIS memberikan layanan logistik dan infrastruktur bagi sejumlah pelanggan besar, seperti PT Bukit Asam Tbk, PT Mustika Indah Permai (MIP) – anak usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Manambang Muara Enim (MME) and PT Duta Bara Utama (DBU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *