Manager Security PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Akson Brahmantyo.

Jakarta, Petrominer – PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berhasil memanfaatkan teknologi drone dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mengawasi jaringan pipa penyalur minyak mentah di blok Rokan, Riau. Angka pencurian minyak mentah pun mengalami penurunan secara signifikan dalam setahun terakhir. Pemanfaatan teknologi drone ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Manager Security CPI, Akson Brahmantyo, mengatakan keberhasilan tersebut berkat terobosan digital yang dilakukan CPI, serta dukungan TNI-Polri dan masyarakat dalam pengamanan aset-aset milik negara di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

’’Pemanfaatan teknologi terbukti sangat membantu dalam pengawasan jalur-jalur pipa penyalur dan pencegahan aksi pencurian minyak mentah yang merugikan negara. Diharapkan, teknologi ini dapat terus mempersempit ruang gerak pelaku pencurian,” ujar Akson acara Media Gathering yang diadakan CPI secara virtual, Jum’at (7/5).

Selama ini, menurutnya, pencurian minyak mentah sering terjadi menggunakan modus illegal tapping. Para pelaku melubangi jalur pipa aktif dan memasang kran untuk mengalirkan minyak ke truk tangki penampung.

“Namun kini dengan penggunaan drone, kegiatan mencurigakan seperti ini dapat segera terdeteksi,” tegas Akson.

Digital Innovation & Acceleration Advisor CPI, Ivan Susanto, menjelaskan, drone mampu terbang menjelajah hingga 20 kilometer dengan ketinggian di atas 200 meter dan kecepatan sekitar 60 km/jam. Drone tersebut dilengkapi teknologi kecerdasan buatan yang dapat melakukan identifikasi dan segmentasi obyek di sekitar jalur pipa.

Apabila ada indikasi kegiatan yang mencurigakan, drone dapat secara real time mentransmisikan gambar dan mengirimkan pesan singkat ke tim terkait di internal CPI. Setelah menerima informasi dari drone, tim keamanan CPI segera meluncur ke lokasi atau titik yang dicurigai untuk pengecekan lapangan.

“Drone ini dapat terbang 1-2 jam untuk melakukan pengawasan jalur pipa minyak mentah dan mentransmisikan video secara langsung (real time) ke pusat kendali. Peralatan ini dikerjakan oleh anak-anak bangsa di CPI. Penggunaan drone untuk pengawasan pipa minyak merupakan yang pertama di Chevron maupun di Indonesia,” ungkap Ivan.

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berhasil menekan angka pencurian minyak karena memanfaatkan teknologi drone dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mengawasi jaringan pipa penyalur minyak mentah di blok Rokan, Riau.

Upaya Sistematis

Lebih lanjut, Akson menjelaskan bahwa penggunaan drone merupakan salah satu komponen dari upaya sistematis dan terintegrasi yang dilakukan CPI dalam menekan angka pencurian minyak mentah. Upaya yang dilakukan disebut dengan strategi tiga kaki atau triple helix.

Pertama, penguatan Internal antara lain sistem dan pola pengamanan, kerja sama lintas tim di internal, serta penggunaan teknologi seperti drone.

Kedua, penegakan hukum melalui kerja sama dengan Kepolisian Daerah Riau untuk mengungkap dan menangkap jaringan pencuri minyak mentah, serta melanjutkan ke proses hukum. Dan strategi ketiga adalah pengamanan berbasis masyarakat (community based security) melalui penguatan teritorial bekerja sama dengan TNI dan penguatan partisipasi masyarakat.

Akson mengakui, berbagai lapis pengamanan tersebut berjalan cukup efektif. Angka pencurian minyak menurun drastis hingga hampir mendekati nol dalam setahun terakhir.

Pencurian minyak mentah tidak hanya mengakibatkan kerugian negara, namun juga dapat mencemari lingkungan sekitar sehingga merugikan masyarakat. Lubang di pipa dapat mengakibatkan tumpahan minyak mentah. Apabila tidak ditangani dalam waktu cepat, tentu akan memicu pencemaran lingkungan yang masif dan berpotensi menimbulkan kebakaran.

”Kita tidak boleh kalah dari para pencuri yang merugikan negara dan masyarakat. CPI dan para pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan berbagai terobosan untuk menekan angka pencurian,” tegas Akson.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here