
Blora, Petrominer – Pertamina EP Cepu Field membuktikan bahwa sektor migas dapat tumbuh berdampingan dengan sektor pertanian. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya untuk ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dan saling mendukung menuju pencapaian Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Simbol harmonisasi operasional hulu migas dengan pertanian tersebut diwujudkan dalam kegiatan Panen Raya padi yang digelar Pertamina EP Cepu Field bersama Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (20/10). Panen Raya ini merupakan hasil dari program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Cepu Field, yang bertitel Pusaka Blora.
Pusaka Blora merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang dikembangkan Pertamina EP Cepu Field untuk mendorong peralihan dari pertanian konvensional menuju sistem pertanian organik yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi, sebuah langkah nyata integrasi antara tanggung jawab sosial perusahaan dan ketahanan energi nasional.
Transformasi tersebut telah menghasilkan peningkatan waktu panen menjadi tiga kali dalam setahun, dengan produktivitas mencapai sekitar 8 ton per hektar. Selain itu, para petani mampu menghemat biaya produksi hingga Rp 4 juta per musim tanam, berkat penggunaan pupuk organik hasil olahan sendiri.
Selain aspek ekonomi, PUSAKA BLORA juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Program ini telah merehabilitasi lebih dari 15 hektar lahan rusak, memproduksi 5–6 ton pupuk organik setiap minggu, serta membentuk jejaring 141 petani binaan di wilayah Blora.
Management Goes to Community
Kegiatan Panen Raya ini dihadiri Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, didampingi Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Muhamad Arifin, General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar, serta Bupati Blora, Arief Rohman. Mereka meninjau langsung pelaksanaan program unggulan Pusaka Blora, yang menjadi simbol harmonisasi antara operasi migas dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kolaborasi dan kehadiran Manajemen PHE ini merupakan bagian dari rangkaian Management Goes to Community (MGTC). Kegiatan ini menjadi momentum bagi manajemen perusahaan untuk turun langsung ke lapangan melihat hasil program, memperkuat komunikasi dengan masyarakat binaan, serta belajar bersama dalam menerapkan nilai keberlanjutan yang menghubungkan operasi energi dengan kehidupan sosial masyarakat.
“Melalui program ini, kami melihat bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan dampak nyata, mulai dari efisiensi biaya pupuk, peningkatan produktivitas padi, hingga perbaikan kualitas lingkungan,” ujar Edi Karyanto dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan MGTC dan Panen Raya diisi dengan panen bersama para petani, peninjauan proses produksi produk binaan, serta dialog interaktif antara manajemen dan kelompok tani.
“Pertamina EP Cepu Field terus berkomitmen memperkuat program TJSL yang berorientasi pada kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan. Blora menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pendampingan jangka panjang dapat menghasilkan perubahan positif,” tutur Muhamad Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Pertamina di bidang pertanian berkelanjutan.
Menurut Arief, Pertamina telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap ketahanan pangan dan lingkungan melalui pengembangan pertanian organik. Dia pun berharap, program seperti ini terus berlanjut dan meluas agar Blora benar-benar menjadi kabupaten organik yang berdaya saing dan menyejahterakan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap kemandirian kelompok tani, manajemen PHE dan Pertamina EP Cepu Field juga menyerahkan bantuan simbolis berupa lima alat penunjang administrasi kelompok, dua unit hand tractor, dan satu unit chopper kompos, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam mengelola pertanian organik secara mandiri dan berkelanjutan.
Program Pusaka Blora telah mendapatkan berbagai pengakuan dan penghargaan, salah satunya Indonesia Social Responsibility Award. Program ini juga menjadi rujukan pengembangan program serupa di wilayah kerja lain Subholding Upstream Pertamina.


























