Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, meski belum mengajukan surat resmi, Pan Orient Energy Corp sudah dipastikan akan meninggalkan blok East Jabung. Alasannya, perusahaan migas asal Kanada itu tidak menemukan cadangan migas di sumur yang sudah dibor.
Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, menjelaskan keputusan untuk mengembalikan seluruh Wilayah Kerja East Jabung di Jambi setelah operator blok migas tersebut, yakni Talisman (Repsol), tidak menemukan potensi migas usai melakukan evaluasi pengeboran sumur Anggun-1. Di blok East Jabung, Pan Orient melalui anak usahanya Pan Orient Energy East Jabung Pte. Ltd memegang hak partisipasi sebesar 49 persen, sementara sisanya 51 persen dimiliki oleh Talisman East Jabung BV (Repsol) yang bertindak selaku operator.
“Karena dry hole, sumur Anggun-1 di WP&B 2020 secara diskusi tidak akan diteruskan,” kata Fatar Yani dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI secara virtual, Selasa (28/4).
Dia menjelaskan, kontrak kerja sama pengelolaan Blok East Jabung ditandatangani pada 21 Nopember 2011. Kerja sama itu membuahkan komitmen pasti berupa studi G&G pada tahun pertama, kedua, dan ketiga pengelolaan blok migas.
Ada juga komitmen reprocessing seismik 2D mencapai 200 kilometer (km) pada tahun pertama dan akuisisi seismik 2D dan processing seluas 250 km pada tahun kedua. Kemudian, pengeboran dua sumur eksplorasi pada tahun pertama dan ketiga.
“Potensinya waktu itu cukup besar untuk minyak dan ada split pembagian untuk pemerintah,” ujar Fatar Yani.
SKK Migas sempat menyatakan potensi cadangan minyak blok East Jabung mencapai 100 juta barel. Namun karena tak ada potensi migas pada sumur Anggun-1, maka pengeboran pada dua sumur lainnya tak dilanjutkan. Sumur Anggun-1 mulai dibor pada 14 Nopember 2019 dan selesai 10 Desember 2019.
Menurut Fatar Yani, jika pengeboran tetap dipaksakan, maka kemungkinan besar tak mendapatkan temuan migas sama sekali. Apalagi biaya untuk mengebor sumur mencapai US$ 30 juta.
“Meski sudah menyatakan mundur, namun hingga kini Pan Orient belum mengirimkan surat secara resmi kepada pemerintah untuk mengembalikan blok East Jabung,” tegasnya.

Sebelumnya, perusahaan asal Kanada itu telah mengumumkan keluar dari blok East Jabung melalui kanal pengumuman di bursa efek Toronto atau Toronto Stock Exchange (TSX) pada Kamis (12/3). Pan Orient menyebutkan telah mengeluarkan dana 15,1 juta dolar Kanada (CA$), dengan rincian CA$ 3,3 juta tahun 2018 dan CA$ 11,8 juta 2019 untuk mengebor sumur Anggun-1.








Tinggalkan Balasan