Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak.

Jakarta, Petrominer – Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), yang biasa disebut MIND ID (Mining Industry Indonesia), telah sukses melakukan pricing atas penerbitan obligasi global senilai total US$ 2,5 miliar atau setara Rp 37,5 triliun (kurs Rp 15.000 per dollar AS) pada Selasa (12/5) lalu.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan keberhasilan ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek jangka panjang MIND ID dan perekonomian Indonesia. Ini juga bisa menjadi fundamental kuat dalam menghadapi situasi ekonomi global yang sulit akibat dampak pandemi Covid-19.

“Dengan tercapainya besaran pendanaan yang dibutuhkan dan target tingkat kupon yang diinginkan, penerbitan obligasi ini memperlihatkan kepercayaan investor terhadap kemampuan MIND ID dalam mengelola portofolio pembiayaan dan menjaga likuiditas. Perusahaan telah berhasil mengurangi risiko pendanaan kembali dengan memperpanjang rata-rata tenor portofolio pembiayaan dan merendahkan biaya rata-rata pendanaan, sehingga diperkirakan dapat berdampak efisiensi beban bunga,” ujar Orias, Jum’at (15/5).

Dia menjelaskan, obligasi global tersebut terdiri dari tiga masa jatuh tempo. Pertama, senilai US$ 1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 4,750% dan tenor hingga tahun 2025. Kedua, senilai US$ 1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,450% dan tenor hingga tahun 2030. Dan ketiga, Senilai US$ 500 juta dengan tingkat kupon sebesar 5,800% dan tenor hingga tahun 2050.

Menurut Orias, pendanaan yang diterima dari obligasi tersebut akan digunakan untuk pembelian kembali sebagian dari total obligasi senilai US$ 4 miliar yang pernah diterbitkan Perusahaan pada tahun 2018 (senilai US$1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,230% dan tenor hingga 2021 dan senilai US$1,25 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,710% dan tenor hingga 2023).

“Dana obligasi tersebut juga akan digunakan untuk akuisisi strategis perusahaan-perusahaan yang dapat mendukung mandat MIND ID dan membantu pelunasan pembiayaan-pembiayaan yang ada di grup MIND ID,” ungkapnya.

Obligasi yang dipasarkan di Singapura, Hong Kong, London, dan New York ini menjadi salah satu indikasi kepercayaan dunia internasional terhadap MIND ID. Hal tersebut dapat terlihat dalam permintaan akan obligasi ini yang melebihi 6,4 kali dari penawaran yang diumumkan, serta profil investor yang berkualitas di mana lebih dari 75 persen pemegang obligasi tersebut adalah asset/fund managers.

“Keberhasilan pricing atas penerbitan obligasi ini melanjutkan keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam menerbitkan obligasi pada masa Covid-19 bulan April 2020 lalu sebesar US$ 4,3 miliar. Ini juga menandakan kembalinya MIND ID pada pasar obligasi global sejak penerbitan obligasi tahun 2018,” jelas Orias.

Dalam penerbitan obligasi ini, MIND ID dibantu oleh BNP Paribas yang berbasis di Perancis, Citigroup Global Markets Inc. di Amerika Serikat dan HSBC Limited di Inggris yang bertindak sebagai Joint Global Coordinators, Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

Selain itu, DBS Bank Ltd. yang berbasis di Singapura, Mandiri Securities Pte. Ltd. (bagian dari Mandiri Sekuritas) di Singapura, Malayan Banking Berhard (Maybank) di Malaysia, Mizuho Securities Asia Limited, MUFG Securities Asia Limited dan SMBC Nikko Capital Markets Limited yang berbasis di Jepang turut bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

Untuk penerbitan ini, menurutnya, obligasi global MIND ID mendapatkan peringkat Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch. Obligasi ini akan didaftarkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Tidak ada aset maupun saham yang dijaminkan oleh Inalum dan anak usaha dalam penerbitan obligasi ini.

“MIND ID terus berkomitmen membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan masa depan yang lebih baik bagi bangsa melalui aksi-aksi korporasi dalam pengelolaan sumber daya alam strategis,” ujar Orias.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here