Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi jajaran pejabat Eselon I menerima kunjungan Y.M. Alok Sharma COP 26 President Designate Pemerintah UK, dan Owen Jenkins, Duta Besar UK untuk Indonesia dan Timor Timur, Senin (31/5). , hari senin (31/5),

Jakarta, Petrominer – Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Sejumlah strategi pun telah disusun untuk mendukung pencapaian net zero emission.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun beberapa strategi untuk mendukung pencapaian net zero emission. Di antaranya adalah mandatori biodiesel, co-firing PLTU, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), penggantian diesel dengan pembangkit listrik energi terbarukan, termasukan yang berbasis hayati, pemanfaatan non listrik/non biufuel seperti briket, dan pengeringan hasil pertanian dan biogas.

Hal itu disampaikan Arifin saat menerima kunjungan COP 26 President Designate Pemerintah UK, Alok Sharma, beserta Duta Besar UK untuk Indonesia dan Timor Timur, Owen Jenkins di Kementerian ESDM, Senin (31/5). Kunjungan ini dalam rangka mendukung sektor ESDM dalam mencapai tujuan net zero emission Indonesia.

Saat ini, menurutnya, Kementerian ESDM bersama-sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sedang menyusun komitmen net zero emission Indonesia. Khususnya program penurunan emisi di bidang pembangkit ketenagalistrikan.

“Implementasi program tersebut antara lain melalui penghentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebanyak 53 GW antara tahun 2025- 2045,” ungkap Arifin.

Alok Sharma mengapresiasi inisiatif Kementerian ESDM tersebut. Dan dia berharap Pemerintah Indonesia dapat segera secara resmi mengumumkan komitmen net zero emissionnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah saat ini juga sedang menyusun Grand Strategy Energy untuk pengembangan sektor energi untuk mencapai target ideal dalam hal ketahanan energi, bauran energi, dan pengurangan emisi.

Grand strategy ini menekankan strategi untuk memenuhi permintaan energi nasional, guna meningkatkan neraca perdagangan, serta mengembangkan infrastruktur energi. Salah satu targetnya adalah mempercepat penggunaan pembangkit listrik energi terbarukan dengan kapasitas tambahan sekitar 38 GW pada 2035, di mana Solar PV diprioritaskan mengingat biaya investasinya yang relatif lebih murah dan durasi pemasangan yang singkat.

Selain kunjungan ke Kementerian ESDM, selama di Indonesia, President Designate COP 26 dan rombongan juga akan melakukan kunjungan ke beberapa Kementerian terkait lainnya dalam rangka persiapan pelaksanaan COP 26 di Glassgow akhir tahun 2021 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here