
Indramayu, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengembangkan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu, Jawa Barat, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pengeboran yang kompeten dan memenuhi standar internasional.
Fasilitas ini dirancang untuk mendekatkan proses pelatihan dengan kebutuhan operasi di lapangan. Mulai dari penguasaan teknis, disiplin keselamatan, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Manager IDTC Pertamina Drilling, Chair Rony, mengatakan kompetensi SDM menjadi faktor penting dalam memastikan operasi pengeboran berjalan aman, efisien, dan sesuai standar.
“Industri migas membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kompetensi teknis, disiplin terhadap keselamatan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, PDSI melalui IDTC berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang sedekat mungkin dengan kebutuhan operasi di lapangan,” ujar Chair Rony, Minggu (11/10).
Dengan konsep The Center of Drilling Operation Excellence, IDTC dilengkapi rig 150 HP, simulator drilling, fasilitas praktik, serta portacamp untuk akomodasi peserta. Fasilitas tersebut memungkinkan peserta mempelajari teori sekaligus melakukan simulasi dan praktik pengeboran.
Peserta juga mempelajari penggunaan peralatan, tahapan operasi, serta penerapan aspek keselamatan, kualitas, dan efisiensi dalam pekerjaan pengeboran.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami bagaimana sebuah sumur dibor, tetapi juga memahami mengapa setiap tahapan harus dilakukan dengan standar keselamatan, kualitas dan efisiensi yang tinggi. Inilah yang menjadi nilai tambah IDTC sebagai pusat pengembangan kompetensi drilling,” kata Chair Rony.
Libatkan Peserta Internasional
Pengembangan kompetensi di IDTC juga menjangkau peserta dari luar Indonesia. Melalui program secondment, IDTC menjadi bagian dari pengembangan kompetensi peserta dari ANP Timor-Leste, Namibia, Tanzania, dan Malaysia.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman mengenai kegiatan pengeboran dalam lingkungan operasi PDSI. Keterlibatan peserta, instruktur, dan mitra dari berbagai latar belakang juga membuka ruang pertukaran pengalaman serta praktik terbaik industri.
Kebutuhan terhadap tenaga kerja berkualitas diperkirakan semakin meningkat seiring dengan kompleksitas industri migas. Perkembangan teknologi, tuntutan efisiensi dan keselamatan, serta beragamnya karakteristik sumur dan operasi menuntut SDM yang memiliki kompetensi memadai.
Chair Rony menegaskan, investasi pada pengembangan manusia merupakan bagian penting dari keberlanjutan bisnis PDSI dan industri energi nasional.
“Kami percaya masa depan industri energi juga ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Melalui IDTC, kami ingin ikut membuka akses bagi generasi muda untuk mengenal industri drilling secara lebih dekat dan mempersiapkan mereka agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujarnya.
Dengan dukungan fasilitas praktik, simulator, instruktur berpengalaman, dan jejaring kolaborasi nasional maupun internasional, IDTC diarahkan menjadi penghubung antara proses pembelajaran dan kebutuhan nyata industri migas.
Pengembangan pusat pelatihan ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi persaingan industri energi global. Penguasaan teknologi perlu diimbangi kompetensi, disiplin keselamatan, dan profesionalisme agar tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi tuntutan operasi pengeboran berstandar internasional.








Tinggalkan Balasan