Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2018-2019.

Jakarta, Petrominer – Harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional terus selama empat bulan pertama tahun 2019 usai menurun di penghujung tahun 2018. Tren ini ikut mendongkrak kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Penguatan harga ini diperkirakan bisa bertahan sepanjang bulan Mei 2019. Pasalnya, masih berlanjutnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia yang berpotensi mengganggung pasokan minyak mentah.

Penguatan harga di pasar internasional juga ikut mempengaruhi kenaikan ICP. Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia bulan April 2019 mencapai US$ 68,31 per barel. Angka ini naik sebesar US$ 4,71 per barel dari US$ 63,60 per barel pada bulan sebelumnya.

Sementara ICP SLC mencapai US$ 69,44 per barel, naik sebesar sebesar US$ 4,66 per barel dari US$ 64,78 per barel pada Maret 2019.

Berdasarkan laporan dari Tim Harga Minyak, Kementerian ESDM, kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah keputusan Amerika Serikat untuk tidak akan memperpanjang waiver atas embargo ekspor minyak mentah Iran. Selain itu, harga kian terdorong oleh peningkatan ketegangan politik yang mengarah pada perang saudara di Libya, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah dari negara tersebut, serta masih berlanjutnya keputusan AS untuk mengembargo ekspor minyak mentah Venezuela.

Faktor lainnya adalah berkurangnya pasokan minyak mentah global. Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan April 2019, pasokan minyak mentah OPEC turun sebesar 534.000 barel per hari menjadi 30,02 juta barel per hari, yang merupakan level terendah sejak Februari 2015.

“Selain itu, penghentian pasokan minyak mentah melalui jalur pipa Druzhba dari Rusia ke sejumlah negara di Eropa (±700.000 barel per hari) akibat kontaminasi Klorida yang berpotensi merusak fasilitas kilang,” papar Tim Harga Minyak.

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi bahan bakar di Asia terutama di China karena adanya stimulus ekonomi dari pemerintah China, dan di India akibat peningkatan permintaan minyak mentah di sektor petrokimia.

“Produksi minyak mentah Kazakhstan turun sebesar 530.000 barel per hari di bawah produksi normal menjadi 1,45 juta barel per hari akibat periode maintenance di sejumlah lapangan minyak,” tulisnya.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional bulan April 2019 dibandingkan Maret 2019 mengalami kenaikan menjadi sebagai berikut:

  • Dated Brent naik US$ 5,14 per barel dari US$ 66,12 per barel menjadi US$ 71,26 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 5,70 per barel dari US$ 58,17 per barel menjadi US$ 63,87 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 4,36 per barel dari US$ 66,37 per barel menjadi US$ 70,73 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 4,60 per barel dari US$ 67,03 per barel menjadi US$ 71,63 per barel.
Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2018-2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here