Jakarta, Petrominer – Harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional mulai sedikit melemah setelah menguat selama empat bulan pertama tahun 2019. Tren serupa juga terjadi dengan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
Penurunan harga ini diperkirakan bertahan sepanjang bulan Juni 2019. Pasalnya, masih berlanjutnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia yang berpotensi mengganggung pasokan minyak mentah dan kondisi pasar global yang dibayangi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.
“Kekhawatiran pasar atas perang dagang AS-China yang berkepanjangan kian memperlemah perekonomian global, salah satunya yang kena imbas adalah rendahnya permintaan minyak mentah global,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Rabu (19/6).
Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia bulan Mei 2019 sebesar US$ 68,07 per barel. Angka ini turun sebesar US$ 0,24 per barel dari US$ 68,31 per barel pada bulan sebelumnya.
Sementara ICP SLC mencapai US$ 69,05 per barel, turun sebesar US$ 0,39 per barel dari US$ 69,44 per barel pada April 2019.
Berdasarkan laporan dari Tim Harga Minyak, jelas Agung, penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional disebabkan oleh sentimen negatif pasar atas pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait pengenaan tarif sebesar 5 persen atas impor dari Meksiko, yang merupakan salah satu partner dagang dan pemasok utama minyak mentah AS.
Selain itu, publikasi Internasional Energi Agency (IEA) menunjukkan adanya penurunan permintaan minyak global tahun 2019 sebesar 0,2 juta barel per hari dibandingkan proyeksi periode sebelumnya.
Ditambah lagi, stok minyak mentah AS mengalami lonjakan drastis hingga 476,8 juta barel. Ini merupakan capaian tertinggi sejak September 2017 akibat adanya peningkatan impor minyak mentah serta penurunan tingkat pengolahan kilang di AS yang berada di bawah 90 persen dari kapasitas total.
Untuk kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan tingkat pengolahan kilang-kilang independen di China akibat marjin kilang yang terus merosot.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional bulan Mei 2019 dibandingkan April 2019 mengalami penurunan sedikit menjadi sebagai berikut:
- Dated Brent turun US$ 0,14 per barel dari US$ 71,26 per barel menjadi US$ 71,12 per barel.
- WTI (Nymex) turun US$ 3,00 per barel dari US$ 63,87 per barel menjadi US$ 60,87 per barel.
- Basket OPEC turun US$ 0,55 per barel dari US$ 70,73 per barel menjadi US$ 70,23 per barel.
- Brent (ICE) turun US$ 1,33 per barel dari US$ 71,63 per barel menjadi US$ 70,30 per barel.








Tinggalkan Balasan