Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2019-2020.

Jakarta, Petrominer – Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Oktober 2020 naik US$ 0,64 per barel, dari US$ 37,43 per barel menjadi US$ 38,07 per barel.

ICP SLC juga mengalami tren serupa, naik US$ 0,53 per barel dari US$ 39,11 per barel menjadi US$ 39,64 per barel.

“Peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia dalam laporannya yang diperoleh Petrominer, Selasa (10/11).

Kondisi sebaliknya terjadi pada perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional. Harga minyak mentah utama pada bulan Oktober 2020 mengalami penurunan dibandingkan September 2020.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama internasional pada Oktober 2020 sebagai berikut:

  • Dated Brent turun US$ 0,66 per barel dari US$ 40,81 per barel menjadi US$ 40,15 per barel.
  • WTI (Nymex) turun US$ 0,07 per barel dari US$ 39,63 per barel menjadi US$ 39,55 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 1,29 per barel dari US$ 41,54 per barel menjadi US$ 40,25 per barel.
  • Brent (ICE) turun US$ 0,35 per barel dari US$ 41,87 per barel menjadi US$ 41,52 per barel.
Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2019-2020.

Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara, terutama di Eropa. Hal ini menyebabkan penerapan kembali lockdown sehingga semakin meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.

Harga minyak kian tertekan karena berlanjutnya produksi minyak mentah dari Norwegia setelah berakhirnya aksi mogok kerja para pekerja offshore dan kenaikan pasokan OPEC+, terutama pasokan Arab Saudi dan Rusia serta negara-negara OPEC yang dikecualikan dari kuota pemotongan produksi (Iran, Venezuela dan Libya).

Faktor lainnya adalah produksi minyak mentah AS yang mencapai 11,1 juta bopd, tertinggi sejak Juli 2020, dengan rekor kenaikan per minggu sebesar 1,2 juta bopd. Dan laporan OPEC bulan Oktober 2020 yang memproyeksikan bahwa permintaan minyak mentah global akan mengalami penurunan sebesar 9,5 juta bopd dan pasokan minyak mentah global diperkirakan meningkat 310.000 bopd menyusul pulihnya produksi minyak mentah AS.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas juga dipengaruhi oleh stok minyak mentah China yang tinggi. Kenaikan stok ini setelah China tersebut membeli minyak mentah dalam jumlah besar di musim semi lalu, saat harga minyak mentah rendah.

“Penurunan tingkat pengoperasian kilang di Asia, dengan tingkat operasional di Jepang turun ke level 70 persen dan Korea Selatan turun ke level 60 persen juga menyebabkan penurunan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here