Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2016-2017.

Jakarta, Petrominer – Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan September 2017 masih terus menguat memasuki bulan ketiga berturut-turut. Tren serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Price).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan September 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Senin (9/10), harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 48,43 per barel, naik US$ 4,04 per barel dibandingkan bulan Agustus yang sebesar US$ 52,47 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC yang naik sebesar US$ 4,00 per barel dari US$ 49,17 per barel menjadi US$ 53,17 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut dan juga harga minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi peningkatan permintaan minyak mentah di China, India dan Korea Selatan, seperti yang dilaporkan dalam publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) edisi September 2017.

“Publikasi IEA bulan September 2017 juga melaporkan adanya peningkatan kapasitas operasi kilang-kilang di China, dan beroperasinya kilang baru Petrochina dan CNOOC,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan.

  • Dated Brent naik US$ 4,41 per barel dari US$ 51,64 per barel menjadi US$ 56,05 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 3,64 per barel dari US$ 51,87 per barel menjadi US$ 55,51 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 1,82 per barel dari US$ 48,06 per barel menjadi US$ 49,88 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 3,75 per barel dari US$ 49,60 per barel menjadi US$ 53,35 per barel.

Kenaikan harga ini terpengaruh publikasi OPEC bulan September 2017 yang melaporkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia tahun 2017 bakal naik 1,42 juta barel per hari (bph), atau lebih dari 50 ribu bph dibandingkan publikasi sebelumnya. Untuk tahun 2018, permintaan minyak mentah diperkirakan tumbuh 1,35 juta bph, atau naik 70 ribu bph dari laporan bulan sebelumnya.

“Berdasarkan publikasi OPEC bulan September 2017, pasokan minyak mentah dunia turun sebesar 0,41 juta bph pada bulan Agustus menjadi rata-rata 96,75 juta bph. Sementara pasokan minyak non-OPEC turun 0,32 juta bph menjadi 57.68 juta barel per hari,” tulis laporan SKK Migas.

Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2016-2017.

Sementara bulan Oktober 2017, harga diperkirakan masih terus menguat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah terus membaiknya perekonomian dunia, khususnya di Zona Eropa, China, India dan Rusia. Harga juga akan terdorong naik menyusul adanya penigkatan permintaan kebutuhan minyak mentah dunia, terutama di OECD Eropa dan China.

Namun, harga bisa saja kembali melemah karena terjadi peningkatan pasokan minyak mentah dunia dan melemahnya kebutuhan bahan bakar di AS seiring dengan berakhirnya driving season.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada bulan Oktober ini diperkirakan:

  • Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 50,00-55,00 per barel.
  • Harga rata-rata Dated Brent berkisar antara US$ 54,00-59,00 per barel.
  • Harga rata-rata WTI (NYMEX) berkisar antara US$ 48,00-53,00 per barel.
  • Harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 53,00-58,00 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here