Perkembangan harga minyak mentah Indonesia.

Jakarta, Petrominer — Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Prices/ICP)  bulan Maret 2016 diperkirakan menguat dan bertahan pada kisaran antara US$ 25 – 30 per barel. Ini melanjutkan tren kenaikan sejak akhir Pebruari 2016 lalu.

Sejalan dengan itu, harga rata-rata minyak mentah lainnya di pasar internasional diperkirakan juga menguat. WTI (Nymex) berkisar US$ 28 – 33 per barel, dan Brent (ICE) berkisar US$ 31 – 36 per barel.

Demikian perkiraan harga yang disampaikan dalam Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Pebruari 2016 dari SKK Migas yang diterima Petrominer, Kamis (17/3).

Harga diperkirakan terus menguat karena adanya kesepakatan penurunan produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC dan Non-OPEC dan masih berlanjutnya penurunan nilai tukar mata uang US Dollar.

Namun harga bisa saja melemah. Faktor yang bisa menekan kenaikan harga adalah menurunnya permintaan minyak mentah dari negara-negara OECD yang disebabkan perlambatan ekonomi dan terus meningkatnya stok minyak mentah, distillates dan gasoline di Amerika Serikat.

Meski begitu, melihat perkembangan akhir-akhir ini, penguatan harga lebih mungkin terjadi sepanjang bulan Maret 2016. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Prices) mengalami sedikit kenaikan sejak pertengahan bulan Pebruari 2016 lalu.

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Pebruari 2016 dari SKMIGAS, ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 28,92 per barel, naik US$ 1,43 per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 27,49. Sementara harga rata-rata basket ICP (yang terdiri dari 8 jenis utama) naik US$ 1,63/bbl dari US$ 28,11 /bbl menjadi US$ 29,74/bbl.

Tren serupa juga terjadi pada harga Minas/SLC. Rerata bulan Pebruari 2016 naik hingga US$ 2,03 per barel, dari US$ 26,63 per barel menjadi US$ 28,66 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah di Indonesia dan juga kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh meningkatnya utilisasi kilang Singapura sebesar 111% menjadi 1.13 juta bph dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejalan dengan itu, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan. WTI (Nymex) turun US$ 1,16/bbl dari US$ 31,78/bbl menjadi US$ 30,62/bbl. Brent (ICE) naik US$ 1,55/bbl dari US$ 31,98/bbl menjadi US$ 33,53/bbl. Basket OPEC naik ebesar US$ 2,15/bbl dari US$ 26,50/bbl menjadi US$ 28,65/bbl.

Faktor yang mempengaruhi kenaikan harga di antaranya adalah menurunnya suplai minyak mintah dunia sebesar 0,5 juta bph setelah Arab Saudi, Qatar, Rusia dan Venezuela setuju membekukan produksi minyak mentah untuk tetap dengan tingkat produksi tahun 2015, dan semaraknya penurunan produksi Shale Oil di Amerika Serikat.

Harga kian terdorong naik setelah publikasi OPEC Pebruari 2016 melaporkan bahwa permintaan minyak mentah dunia kwartal I/2016 meningkat 0,37 juta bph dibandingkan tahun 2015 menjadi 93,33 juta bph. Publikasi OPEC itu juga melaporkan bahwa penggunaan rig dunia bulan Januari 2016 menurun 44 rig dibandingkan bulan Desember 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here