Lumajang, Petrominer – United Tractors Group menyerahkan bantuan 100 unit hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari komitmen United Tractors untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan bangsa, khususnya kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat Indonesia di seluruh wilayah operasi perusahaan.
Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan oleh Komisaris United Tractors, Djoko Pranoto, yang didampingin beberapa Direksi UT, kepada Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Kamis (7/7).
“Penyerahan 100 unit huntara ini merupakan bagian dari program CSR UT di bidang kebencanaan yang bertujuan untuk mewujudkan komitmen dalam meningkatkan dan mengembangkan kapasitas masyarakat terdampak bencana Erupsi Gunung Semeru agar menjadi lebih waspada, sigap, dan tanggap akan bencana,” ujar Direktur UT, Iwan Hadiantoro.
Pembangunan 100 unit huntara dimulai sejak Februari hingga Juni 2022 yang difokuskan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. UT Group berharap agar bantuan yang telah diberikan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat dan Lumajang dapat segera pulih seperti sedia kala.
Kegiatan kemanusiaan di Lumajang diinisiasi oleh perusahaan yang tergabung dalam UT Group, yaitu UT sendiri, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Tuah Turangga Agung (TTA), PT Kalimantan Prima Persada (KPP), PT Bina Pertiwi (BP), PT Universal Tekno Reksajaya (UTR), PT Komatsu Remanufacturing Asia (KRA), PT Andalan Multi Kencana (AMK), PT United Tractors Pandu Engineering (UTE), PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) dan PT Traktor Nusantara (TN).
Kegiatan ini dimulai sejak 6 Desember 2021 dan dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama yaitu fase tanggap darurat bencana, UT Group menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai, sembako, obat-obatan, terpal dan juga selimut, serta membangun posko kesehatan dan dapur umum. Selain itu UT Group juga mendatangkan lima unit alat berat berupa excavator dan single drum rollers untuk membantu proses evakuasi korban, land clearing, dan proses pemadatan material (tanah, pasir, batu) dalam konstruksi jalan.
Pada fase kedua UT Group membangun sarana sekolah darurat di beberapa titik, fasilitas MCK di dua titik, serta membangun tempat tinggal bagi para korban dengan sistem hunian sementara sebanyak 100 unit. Tahap ini dilakukan dalam rangka membantu mempercepat proses rehabilitasi di Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru.








Tinggalkan Balasan