Bandung, Petrominer — PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengklaim sukses membina hubungan baik dengan stakeholder guna mendukung kelancaran operasi produksi. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini telah mengembangkan strategi pengamanan berbasiskan masyarakat (community based security) untuk mengurangi gangguan keamanan di wilayah kerjanya.
Strategi yang dilakukan PHE ONWJ adalah membangun kepercayaan dan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran operasi migas. Kontraktor ini menggandeng berbagai pihak termasuk nelayan tradisional yang sehari-hari melalut di wilayah operasional PHE ONWJ untuk ikut mengawasi segala tindak pencurian aset maupun gangguan lainnya.
“Masyarakat membantu kami menjaga fasilitas migas dengan berperan aktif melaporkan setiap upaya yang berpotensi mengganggu dan membahayakan fasilitas dan operasi migas serta lingkungan sekitar,” ujar Communication & Relations Manager PHE ONWJ, Donna Priadi, dalam acara Media Gathering SKK Migas & KKKS, Selasa (19/7).
Donna mengakui keberadaan nelayan tradisional di Kabupaten Karawang dan Indramayu tak bisa dipandang sebelah mata. PHE ONWJ melihat potensi mereka untuk ikut menjaga keberadaan aset migas milik negara seperti pipa, kabel, dan lampu navigasi yang tersebar di beberapa titik di Laut Jawa, sebelah utara Indramayu dan Karawang.
“Beberapa kali kasus pencurian asset berhasil digagalkan karena perusahaan mendapat laporan dari masyarakat nelayan,” tegasnya.
Menurut Donna, kerjasama yang baik tersebut bisa tercipta karena adanya rasa saling percaya dan pengertian yang baik antara perusahaan dan masyarakat, khususnya nelayan. PHE ONWJ melalui kegiatan pengembangan masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan potensi masyarakat nelayan untuk tems meningkatkan kualitas hidup masyarakat termasuk nelayan.
Beberapa program yang dilakukan antara lain kerjasama pembuatan pas kecil bagi nelayan kecil di Karawang. Pas kecil ini berguna seperti STNK yang dimiliki oleh pengendara kendaraan bermotor di darat. Dengan memiliki pas kecil, maka nelayan di Karawang bisa mencari ikan dengan Ieluasa di perairan Republik Indonesia.
Selain itu, PHE ONWJ juga secara rutin menyelenggarakan penyuluhan hukum laut. Kepada nelayan agar dapat menaati ketentuan pemerintah demi keamanan den keselamatan bersama. Penyuluhan ini juga melibatkan sejumlah stakeholder sehingga aktivitas di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ tidak saling tumpang tindih.
“PHE ONWJ juga berperan pada pembentukan forum komunikasi masyarakat pesisir yang menjadi mitra PHE ONWJ dalam pemberian program pengembangan masyarakat agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” jelas Donna.








Tinggalkan Balasan