Gresik, Petrominer – Perjuangan PT PLN (Persero) untuk melistriki seluruh desa di Pulau Bawean berbuah manis. Sejak Selasa (12/12) lalu, PLN Rayon Bawean berhasil melistriki dusun terakhir di pulau itu melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Kini, listrik di Dusun Sungai Terus, Desa Balik Terus, Kecamatan Sangkapura Bawean, Kabupaten Gresik, bisa menyala selama 24 jam. Listrik ke dusun itu mengalir setelah PLN membangun jaringan baru dan bersinergi dengan Koramil Sangkapura Bawean serta warga setempat. Padahal Desa Balik Terus memiliki kontur perbukitan dan cukup sulit diakses.
Peresmian pengoperasian jaringan distribusi tenaga listrik 20kV/220V di Dusun Sungai Terus ini dilakukan oleh Manager PLN Rayon Bawean, Hari Sucahyo, bersama Koramil Sangkapura Bawean dan Camat Sangkapura. Peresmian ditandai dengan penyalaan Mini Circuit Breaker (MCB) dan pengisian pulsa listrik di salah satu rumah pelanggan.

Menurut Hari Sucahyo, pengoperasian jaringan listrik Dusun Sungai Terus ini merupakan suatu komitmen PLN untuk bekerja nyata melistriki sampai ke pelosok negeri.
“Alhamdulillah warga Dusun Sungai Terus, Desa Balik Terus, bisa menikmati listrik selama 24 jam. Beroperasinya listrik ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian dan pendidikan masyarakat di sini,” ujar Hari.
Saat ini, total pelanggan di Dusun Sungai Terus, Desa Balik Terus, sebanyak 168 pelanggan. PLN telah melakukan pekerjaan perluasan jaringan tegangan menengah (JTM) di Desa Balik Terus sepanjang 2.370 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2.250 kms dan satu trafo dengan kapasitas 100kVa.
Selama membangun jaringan listrik di sana, PLN dihadapi dengan kontur desa yang berbukit serta harus melewati ruas jalan yang sempit dan bergelombang. Terlebih lagi jika musim hujan datang, maka untuk menembus jalan tersebut semakin sulit. Namun hal ini tidak menyurutkan tekad dan semangat PLN Rayon Bawean untuk melistriki pelosok pulau Bawean lainnya, khususnya Desa Kebun Teluk Dalam.
“PLN Rayon Bawean akan terus berupaya keras untuk dapat melistriki daerah terpencil dan terisolir dimana warga di sana membutuhkan listrik. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami karena medannya yang cukup sulit ditempuh,” ungkap Hari.










Tinggalkan Balasan