Natuna, Petrominer – PT PLN (Persero) berhasil mewujudkan Natuna Terang 100 persen Desa Berlistrik. Hal itu ditandai dengan dilistrikinya 10 desa terakhir di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Peresmian dilakukan oleh Plt.Gubernur Kepulauan Riau, H. Isdianto, dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, Selasa (27/8).
Menurut Wiluyo, sistem kelistrikan di Kabupaten Natuna termasuk di pulau-pulau tersebar hingga pulau terluar terdiri dari 12 sub sistem kelistrikan dengan total daya terpasang 35,8 megawatt (MW) dan daya mampu 29,5 MW. Beban puncak mencapai 14,2 MW.
“PLN terus berupaya memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk mengoptimalkan keandalan sistem di Natuna. PLN baru saja merampungkan pembangunan interkoneksi sistem 20 KV sepanjang 60 kms yang terhubung dari Ranai ke Pian Tengah. Dengan beroperasinya sistem 20 kv tersebut, kini sistem kelistrikan di Natuna lebih andal,” tegasnya.
Pembangunan listrik desa di kabupaten Natuna telah rampung 100 persen sehingga dapat menerangi warga yang tinggal di 27 pulau. Dalam tiga tahun, PLN berhasil alirkan listrik kepada 3.427 pelanggan di 40 desa yang terdiri dari 33 desa baru dan 7 desa lama. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 28,2 miliar untuk membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 178, 5 Kms (kilo meter sirkit), serta Gardu Distribusi kapasitas 2.050 kVA.
Untuk Natuna, pasokan listrik disuplai dari PLTD Ranai yang interkoneksi ke PLTD Pian Tengah dengan daya terpasang 20,2 MW dan daya mampu 17,1 MW. Sementara beban puncak sebesar 11,8 MW, sehingga pasokan listrik di Natuna surplus 5,2 MW.
Lebih lanjut, Wiluyo juga menjelaskan bahwa tahun ini PLN bersama akademisi dari ITS Surabaya sedang mengembangkan Barge Mounted Power Plant yaitu pembangunan pembangkit listrik di atas kapal dengan spesifikasi kapasitas sebesar 5 x 1 MW, 2 x 100 KW, 2 x 200 KW dan 1 x 500 KW.
“Hal ini dalam rangka mendukung sebagai penyedia pasokan listrik di kepulauan. Hal ini dirasa sangat diperlukan karena wilayah Kepulauan Riau yang terdiri dari ribuan pulau,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dalam mendukung pembangkit bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di Natuna, PLN bekerjasama dengan pengembang sudah merencanakan pembangunan Pembangkit sebesar 4 MW dengan bahan bakar Biomassa dan kayu dari pohon Kaliandra.
“Mudah-mudahan pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan dapat segera terselesaikan di tahun 2021”, ujar Wiluyo.








Tinggalkan Balasan