Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso.

Batam, Petrominer – Gas bumi merupakan salah satu sumber energi potensial yang mempunyai prospek cerah. Apalagi, Indonesia masih menyimpan banyak kandungan gas bumi yang belum dieksplorasi sepenuhnya.

Namun, pemanfaatan gas bumi belum optimal dikarenaakan manajemen rantai pasok yang masih lemah. Terlebih, bagi entitas usaha milik negara, terdapat beberapa korporasi pelat merah yang bermain di sektor yang sama.

Akibatnya, pengelolaan dan pelayanan dari entitas milik negara menjadi kurang maksimal. Hal ini menyebabkan tidak meratanya infrastruktur dan harga, terutama bagi segmen industry yang masih membutuhkan peyangga dari sisi pasokan bahan bakar.

Di sisi lain, infrastruktur gas yang juga terpisah-pisah menimbulkan kondisi yang tidak ideal bagi penguatan sektor energi nasional, terutama bagi penguatan industri nasional dengan mamanfaatkan gas bumi yang merupakan kekayaan alam Indonesia.

Problematika itu merupakan salah satu contoh kendala bagi visi membangun kedaulatan energi nasional. Lebih maju dari sekadar sinergi BUMN, untuk sektor energi, Pemerintah pun telah menyusun langkah maju dengan membentuk Holding Migas.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN), Gigih Prakoso, di hadapan Pekerja dalam kegiatan Sharing Session di Kantor PGN Area Batam, Kamis (8/11).

Kegiatan Sharing Session ini merupakan bentuk program pengenalan bagi Direksi dan menjadi aktivitas pertama yang dilakukan Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu. Dalam kunjungan ini, dia hadir bersama empat direksi lainnya, yakni Direktur Keuangan Said Reza Pahlevi, Direktur Komersial Danny Praditya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo, dan Direktur SDM dan Umum Desima E. Siahaan.

Selain sharing session dengan pekerja di area Batam, manajemen PGN juga mengunjungi beberapa fasilitas PGN di Batam, di antaranya SPBG, Kawasan Bisnis Terintegrasi Panbil yang menggunakan gas bumi, dan pelanggan jargas.

Menurut Gigih, dengan tuntasnya pembentukan Holding Migas, di mana PT Pertamina (Persero) bertindak sebagai induk perusahaan sektor migas, termasuk PGN, strategi memperkuat sektor energi nasional perlahan diwujudkan. “Dengan adanya induk Pertamina, entitas usaha milik negara di sektor energi bisa diharmonisasi,” ungkapnya.

Paling konkret, jelas Gigih, dengan bersatupadunya PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan meningkatkan utilisasi infrastruktur dan memperkuat rantai pasok. Infrastruktur PGN dan Pertagas jadi satu, seperti pipa transmisinya atau distribusinya, itu bisa lebih meningkatkan utilitas serta efisiensi bagi operasional keduanya.

Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung subholding gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas. Hal ini pun akan menyukseskan ketercapaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta sambungan rumah tangga baru, 6.302 kilometer pipa hilir, dan 5.437 kilometer pipa hulu.

“Dengan kekuatan tersebut, pelayanan gas bumi untuk semua segmen bisa dinikmati rakyat dari Aceh hingga Papua,” tambah Gigih.

Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso berbincang dengan pengemudi taksi pengguna gas bumi. Dalam kesempatan itu, pengemudi mengatakan penggunaan gas bumi untuk transportasi dinilai lebih efisien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here