Pengisian Biodiesel 20 persen (B20) ke kendaraan bermesin diesel.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), telah menetapkan besaran Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk bulan Desember 2019. Harga biodiesel ditetapkan Rp 7.914 per liter dan bioetanol Rp 10.348 per liter.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, besaran HIP BBN tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. HIP biodiesel naik Rp 757 per liter dari HIP Nopember 2019 yang sebesar Rp 7.157 per liter. Sementara harga bioetanol naik Rp 51 per liter dari harga sebelumnya Rp 10.297 per liter.

“Ketetapan ini berlaku sejak 1 Desember 2019 sesuai yang tertera pada Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 3375/12/DJE/2019,” ujar Agung, Rabu (11/12).

Dia menjelaskan, harga BBN tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan mandatori B20 (campuran 20 persen biodiesel dalam minyak solar). Harga ini juga berlaku untuk seluruh biodiesel yang digunakan dalam pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

Kenaikan harga untuk biodiesel dilatarbelakangi oleh naiknya harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 Oktober hingga 14 Nopember 2019 yaitu Rp 7.690 per kg dari harga sebelumnya Rp 6.813 per kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here